Para Pemain Yang Punya Kans Besar Masuk Skuat Final Timnas Indonesia U-22

Seleksi tahap tiga akan jadi yang terakhir sebelum Luis Milla Aspas mengumumkan 25 pemain untuk jangka panjang.

Luis Milla selaku pelatih kepala tim nasional Indonesia U-22 akan melakukan pemantauan terakhir pada seleksi gelombang tiga untuk skuat timnas U-22. Milla kembali memanggil 26 pemain namun akhirnya dua nama harus absen, yakni Putu Gede dan Hargianto.

Sejak gelombang pertama seleksi yang digelar pada 21-23 Februari, hingga gelombang kedua yang digelar pada 28 Februari hingga 2 Maret, selalu ada perubahan dalam daftar pemain yang dipanggil. Beberapa pemain selalu mendapat panggilan sejak tahap pertama hingga tahap akhir.

Ada pula pemain yang tak mendapat panggilan pada tahap kedua karena membela klub mereka pada semi-final Piala Presiden 2017, namun kembali mendapat panggilan pada seleksi tahap ketiga, yang digelar besok hingga 9 Maret, di kawasan Karawaci, Tangerang.

Melihat dari pola pemanggilan pemain yang dilakukan tim pelatih, dapat disimpulkan beberapa pemain sepertinya akan mendapat tempat untuk skuat timnas U-22 yang kemudian akan melakukan pemusatan latihan jangka panjang dan melakukan tur Spanyol guna menyambut SEA Games 2017.

Kami coba memprediksi beberapa nama yang nampaknya akan masuk skuat final timnas Indonesia U-22. Prediksi berdasarkan pola pemanggilan, kualitas si pemain dan juga kebutuhan dari tim serta gaya formasi yang kemungkinan besar akan diterapkan Luis Milla, 4-3-3.

Berikut daftar pemain yang punya peluang besar jadi bagian timnas U-22:

1. Kurniawan Kartika Ajie (kiper)

Kiper belia Persiba Balikpapan ini jadi satu-satunya pemain di posisi tersebut yang terus mendapat panggilan sejak seleksi tahap pertama. Tiga kiper lain yang dipanggil pada tahap ketiga baru mendapat panggilan sejak tahap kedua, mereka adalah Ravi Murdianto, Satria Tama dan Diky Indriyana.

2. Hansamu Yama (bek tengah)

Satu tempat rasanya sudah pasti jadi milik Hansamu Yama. Pemain jebolan timnas U-19 ini punya pengalaman membela timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 kemarin, Milla sendiri memproyeksikan stoper Barito Putera ini menjadi kapten tim.

3. Ryuji Utomo (bek tengah)

Ryuji Utomo selalu mendapat panggilan sejak seleksi pertama kali digelar. Bek Persija Jakarta ini punya kans besar menjadi tandem duet Hansamu di jantung pertahanan, yang kebetulan hanya dua nama tersebut sebagai stoper yang selalu masuk daftar seleksi.

4. Ricky Fajrin (bek kiri)

Ricky Fajrin bisa dibilang jadi bek kiri paling muda dan paling matang yang dimiliki Indonesia saat ini. Aksinya sudah mulai memukau bersama Bali United pada kompetisi nonresmi musim lalu, ia juga selalu masuk daftar seleksi sejak awal.

5. Zalnando (bek kiri)

Bek kiri Sriwijaya FC yang pernah menjadi bagian timnas Indonesia U-19 ini sama-sama rutin mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi.

6. Osvaldo Haay (bek kiri)

Pemanggilan Osvaldo cukup unik karena ia diplot Milla sebagai bek kiri. Namun, pemain yang membela Persipura Jayapura ini sebenarnya pemain multifungsi yang bisa bermain sebagai bek kanan, sayap kanan dan kiri hingga gelandang serang. Osvaldo baru mendapat panggilan pada seleksi tahap dua.

7. Putu Gede (bek kanan)

Putu Gede mendapat tiga kali panggilan seleksi, namun pada seleksi ketiga ia harus absen karena pelantikan untuk masuk kepolisian. Namun, rasanya hal itu bukan masalah untuk Putu, melihat jebolan timnas Indonesia U-19 ini termasuk bek kanan muda dan terbaik yang ada di Tanah Air saat ini.

8. Hanif Sjahbandi (bek tengah)

Hanif Sjahbandi sempat mendapat panggilan pada seleksi tahap pertama, namun pada kedua tak dipanggil karena Milla memberikan kesempatan pada semua pemain untuk membela klub mereka di semi-final Piala Presiden. Pemain Arema FC ini bukan hanya bisa jadi bek tengah, namun juga gelandang jangkar.

9. Evan Dimas (gelandang tengah)

Tak perlu banyak menjelaskan bagaimana soal kualitas Evan Dimas. Pemain bintang Bhayangkara FC ini sudah membela timnas senior, U-23 pada SEA Games 2015 dan pertama kali meroket ketika membawa Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013.

10. Hargianto (gelandang tengah)

Sama dengan Evan, Hargianto juga sudah tiga kali mendapat panggilan dan berpengalaman membela timnas kelompok muda. Pada seleksi tahap ketiga ia harus absen karena alasan yang sama dengan Putu Gede, namun di antara semua pemain seleksi di posisi gelandang bertahan, Hargianto mungkin yang terbaik.

11. Rizky Dwi Febriyanto (gelandang tengah)

Permata milik Madura United ini konsisten mendapat panggilan sejak seleksi tahap pertama. Sepanjang seleksi, ia pun nampak cukup menjanjikan untuk bisa menembus skuat final timnas U-22.

12. Saddil Ramdani (gelandang sayap)

Saddil Ramdani sudah mulai jadi pembicaraan sejak aksi briliannya membela timnas Indonesia U-19 pada Piala AFF U-19 tahun lalu. Tak ada yang meragukan kecepatan dan olah bola dari winger milik Persela Lamongan ini.

13. Febri Hariyadi (gelandang sayap)

Febri Hariyadi jadi properti panas yang ada saat ini, dikenal punya kecepatan dan kemampuan di atas rata-rata untuk pemain seusia dia di Indonesia. Absen pada seleksi tahap kedua karena membela Persib pada semi-final, namun rasanya Milla tak perlu makan waktu lama untuk mengamatinya.

14. Arsyad Yusgiantoro (gelandang sayap)

Pemain jebolan Pro Duta yang pernah membela tim Indonesia pada Danone Nations Cup ini sebenarnya sangat menjanjikan, namun namanya tak setenar para jebolan timnas U-19 atau pemain muda dari klub besar tanah air saat ini. Pemain Gresik United ini konsisten selalu masuk daftar seleksi.

15. Terens Puhiri (gelandang sayap)

Motor serangan Pusamania Borneo FC di sisi sayap dan sudah jadi bahan pembicaraan sejak beberapa tahun lalu. Baru dipanggil pada seleksi tahap akhir, namun kualitas Terens Puhiri seharusnya tak perlu membuat Luis Milla ragu.

16. Asnawi Mangkualam (gelandang tengah)

Asnawi Mangkualam pernah membela timnas Indonesia U-19 dan jadi pencetak gol termuda pada kompetisi nonresmi musim lalu. Usianya baru 18 tahun dan sudah punya ketenangan mendikte tempo permainan serta mengalirkan bola. Baru disertakan pada seleksi tahap kedua dan kembali dipanggil untuk tahap tiga.

17. Dendy Sulistyawan (striker)

Dua seleksi awal dilewatikan tanpa ada nama Dendy Sulistyawan. Padahal, pemain yang kini membela Bhayangkara FC ini sangat melejit musim lalu bersama Persela. Ia pandai membuka ruang dan punya pergerakan yang baik dengan bola. Pada seleksi ketiga ini, Dendy punya kans besar menggoda Milla.

18. Nur Hardianto (striker)

Satu-satunya pemain yang berposisi striker tengah yang selalu mendapat panggilan untuk seleksi. Ia pun rajin mencetak gol pada game internal yang rutin digelar tim pelatih timnas U-22 sebagai menu penutup seleksi. Striker Persela ini mungkin sudah menyegel tempat di posisi depan.