Paul Scholes Bicara Soal Kekalahan Manchester United Dari Barcelona Di Final Liga Champions 2011

Sang legenda mengulas kekalahan timnya dari Barcelona saat berlaga di final Liga Champions 2011 silam, di mana United waktu itu kalah dengan skor akhir 3-1.

Legenda Manchester United Paul Scholes mencoba mengulas kembali soal kekalahan yang dialami timnya dari Barcelona saat bermain di final Liga Champions 2011 silam. Waktu itu, United arahan Sir Alex Ferguson menyerah 3-1 di final yang dilangsungkan di Wembley.

Itu merupakan final kedua United melawan Barca dalam tiga musim terakhir. Sebelum final di Wembley, tim Setan Merah pernah berjumpa raksasa Spanyol tersebut di partai puncak pada 2009 di Roma, di mana United menyerah 2-0 berkat gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi.

Di Wembley, United tidak lagi diperkuat Cristiano Ronaldo, yang sudah menjadi milik Real Madrid. Akan tetapi, mereka mendatangkan banyak pemain seperti Michael Owen, Gabriel Obertan, Mame Biram Diouf, Chris Smalling, Javier Hernandez dan Bebe setotal £42.5 juta, dan Scholes mengira United memiliki cukup daya untuk menumbangkan Barca arahan Pep Guardiola.

“Di final kedua kami melawan mereka dalam tiga tahun terakhir, kami yakin bahwa kali ini, di negara kami, kami bisa menumbangkan mereka dan memenangkan final tersebut,” demikian Scholes di Independent. “Tapi kami salah. Waktu itu, saya masuk menggantikan Michael Carrick di 13 menit tersisa dan laga praktis sudah berakhir. Kami benar-benar kalah di segala lini.

“Kami sejatinya sukses meladeni permainan mereka namun mereka membuat kita patah hati menyusul gol kedua dari Lionel Messi tak lama setelah jeda. Pada 2008 [di babak semi-final], kami sukses menyaingi mereka di segala penjuru lapangan dan menjaga level konsentrasi tetap tinggi. Saya waktu itu sukses mencetak gol yang membuat kami memenangi duel,” imbuhnya.

Menimbang pengalaman yang ia miliki dan rasakan, Scholes pun memberi sedikit masukan kepada Juventus, yang akan memainkan final di Berlin melawan Barcelona pada akhir pekan ini. Menurutnya, Barca akan menemui perlawanan sengit dari raksasa Italia tersebut yang memiliki kekuatan di lini belakang, di mana ia fokus membahas soal Patrice Evra.

“[Mengalahkan Barca] itu bisa, dan Juve memiliki sejumlah bek yang bisa fokus selama 90 menit. Pat [Patrice Evra] adalah seorang petarung dan pemain kuat yang Anda inginkan di dalam tim. Dia tidak pernah menyerah,” tambah Scholes.

“Dan selagi menghadapi Messi yang tengah dalam performa terbaik adalah tugas berat bagi siapapun, maka satu hal yang bisa saya pastikan adalah Pat takkan lengah.

“Pat memberitahu kita di United bahwa dia datang dari sebuah keluarga yang sangat besar. Dia memiliki 24 saudara laki-laki dan perempuan, saya tahu itu. Jadi dia sudah belajar sejak kecil untuk menjadi sosok tangguh dan dia melakukannya dengan sangat baik.”