PB PON 2016 Minta Kepastian Menpora

Ketua bidang pertandingan PB PON lebih memilih cabang sepakbola di PON harus melalui kualifikasi.

Panitia besar (PB) pekan olahraga nasional (PON) XIX/2016 mengaku bingung dengan keinginan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait dihapuskannya laga kualifikasi cabang sepakbola, dan meminta kepastian.

Keinginan Menpora menghapus kualifikasi cabang sepakbola disampaikan ketua umum PSSI periode 2011-2015 Djohar Arifin Husein usai melakukan pertemuan beberapa waktu lalu.

Djohar saat itu menyebutkan, Menpora memberikan lampu hijau seluruh tim peserta tidak perlu ikut kualifikasi. Menurut Djohar, Menpora mengatakan hal itu sebagai hadiah bagi sepakbola.

Jika kualifikasi sepakbola dihapus, maka 34 tim bakal tampil di PON tahun depan. Awalnya, kualifikasi dipakai untuk menyaring peserta, sehingga yang tampil di putaran final hanya 14 tim, dan bakal memperlihatkan pertandingan berkualitas. Sedangkan tuan rumah PON dan juara bertahan otomatis lolos ke putaran final.

“Kita masih menunggu surat resminya. Itu kan hanya pernyataan Menpora di media. Jadi kami masih berpegang pada tata aturan yang sudah dibuat sebelumnya, yakni menggelar babak kualifikasi di lima wilayah untuk cabang olahraga sepakbola,” ujar ketua bidang pertandingan Ucup Yusuf dilansir laman PB PON XIX/2016.

“Babak kualifikasi ini kan untuk menyaring kualitas dari tim, sehingga pertandingan cabang sepakbola di PON XIX/2016 benar-benar diikuti oleh tim terpilih. Toh ini kan ke depannya untuk tim nasional juga.”

Karena itu, PB PON akan berusaha menjalin komunikasi dengan Kemenpora terkait keinginan tersebut. Walau begitu, PB PON tetap akan mengikuti ketentuan yang dibuat pemerintah pusat. Hanya saja, lanjut Ucup, pihaknya minta surat resmi dari Kemenpora, serta surat dukungan dari KONI Pusat.

“Saya melihat pernyataan Menpora muncul setelah dibekukannya kepengurusan PSSI Pusat, sehingga tidak ada kejelasan siapa nanti yang akan menangani terkait regulasi babak kualifikasi,” kata Ucup.