Pelatih Gresik United Diminta Desain Ulang Program Latihan

Itu menyusul, adanya perubahan jadwal ISL yang dirilis PT Liga Indonesia.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
PT Liga Indonesia selaku pengelola Indonesia Super League (ISL) 2014 sudah menetapkan adanya penyesuaian jadwal pada sisa putaran kedua musim ini. Salah satu klub yang terkena imbasnya adalah Gresik United (GU).

Dengan adanya penyesuaian itu, beberapa laga GU terkena pemunduran jadwal. Adalah laga melawan Barito Putera di Stadion Demang Lehman, yang semula digelar 15 Agustus diundur menjadi 16 Agustus. Selanjutnya, saat dijamu Persik Kediri di Stadion Brawijaya, yang semula 31 Agustus 2014 menjadi 5 September 2014.

Namun sebaliknya, saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Petrokimia, Gresik, yang semula akan dipentaskan pada 24 Agustus 2014, dimajukan sehari menjadi 23 Agustus. Dengan perubahan ini, manajer GU Bagoes Cahyo Yuwono meminta kepada pelatih kepala GU, Angel Alfredo Vera, untuk bisa mendesain ulang program latihan anak didiknya.

"Saya percaya, Alfredo mampu meracik peningkatan kembali performa pemain di tengah-tengah libur kompetisi. Sekaligus menyesuaikan program latihannya dalam menghadapi perubahan jadwal ini, agar tim bisa tetap meraih hasil maksimal," ucap Bagoes, kepada Goal Indonesia.

Bagoes menambahkan, pada prinsipnya skuat Laskar Joko Samudro diuntungkan dengan mundurnya jadwal di dua laga. Karena dengan penyesuaian jadwal tersebut membuat timnya mempunyai waktu lebih panjang, dalam melakukan persiapan di sisa kompetisi musim ini.

"Tapi dari sisi non-teknis lainnya, kami juga sebenarnya merugi," tambah Bagoes.

Sementara itu, isu tak sedap juga sedang menyeruak di kubu GU. Kontestan ISL wilayah barat ini, dikabarkan menunggak gaji para pemainnya selama satu bulan. Mendengar kabar ini, Bagoes langsung membantahnya dan mengatakan tidak ada keterlambatan gaji selama satu bulan.

"Tidak ada gaji telat sampai satu bulan. Yang ada, telatnya hanya hitungan hari saja, itu pun karena persoalan teknis pencairan," papar Bagoes.

Ia menjelaskan, dalam mekanisme pencairan gaji pemain, tentunya banyak pihak yang terlibat. Misalnya, dalam setiap pencairan selalu manajemen meminta tanda tangan lebih dulu kepada pemilik klub. Nah, tentunya pemilik klub memiliki kesibukan lain dan tidak bisa menanda tanganinya tepat waktu, bila ada keperluan mendadak sewaktu-waktu.

"Yang jelas, kami tidak ada niat untuk menahan gaji pemain. Semua hak pemain, sudah kami usahakan untuk dipenuhi," terangnya.

Bagoes juga menampik isu pemotongan gaji selama jeda kompetisi. "Kami berikan gaji di bulan ini, sesuai dengan gaji-gaji sebelumnya. Tidak ada pemotongan gaji di saat jeda kompetisi," tegasnya.

Di jeda kompetisi kali ini, Otavio Dutra dan kawan-kawan tetap disibukkan dengan agenda latihan. Bahkan, Laskar Joko Samudro juga sudah menjalani serangkaian uji coba. Salah satunya, dengan mengalahkan Pusamania Borneo FC 2-1 di Stadion Petrokimia, akhir pekan lalu.(gk-43)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.