Pelatih Persela Lamongan Asah Kreativitas Pemain

Jajaran pelatih menginginkan setiap pemain harus bisa mengambil keputusan secepat mungkin.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN Jajaran pelatih Persela Lamongan mulai mengasah kreativitas dan kecerdasan pemain agar bisa memperoleh hasil bagus ketika Indonesia Super League (ISL) 2014 kembali bergulir.

Usai membenahi kelemahan di setiap lini dan organisasi tim, kini jajaran pelatih Persela memilih fokus memantapkan taktik permainan di lapangan. Taktik tersebut ditekankan pada variasi permainan bola-bola cepat dengan memanfaatkan sedikit sentuhan.

“Saat uji coba dengan tim lokal akhir pekan kemarin, kami sudah mulai instruksikan setiap pemain untuk bermain maksimal dengan tiga sentuhan. Lebih dari tiga sentuhan, wasit langsung meniup peluitnya,” ungkap asisten pelatih Persela Didik Ludiyanto kepada Goal Indonesia.

Ditambahkan, ketika Persela melakukan latihan bersama, dan menjajal tim lokal PS Sugio di Stadion Surajaya akhir pekan kemarin, Laskar Joko Tingkir sukses menjalankan permainan bola-bola cepat, dan mampu melibas PS Sugio dengan skor telak 9-1.

Permainan maksimal tiga sentuhan untuk setiap pemain, diakui Didik bisa mengasah dan menguji daya pikir pemain ketika berada di lapangan. Selain bergerak cepat, pemain juga dituntut harus bisa berpikir secara brilian.

“Setiap pemain harus bisa mengambil keputusan secepat mungkin ketika di lapangan. Jadi, dalam tiga kali sentuhan bola, ia harus berpikir, dan sudah harus mengambil keputusan mau dibawa kemana bola yang dikuasainya,” terang Didik.

Skuat Persela memendam hasrat bisa lolos ke babak delapan besar ISL. Namun langkah ini takkan berjalan mudah, sebab di lima laga sisa musim ini, Laskar Joko Tingkir akan menghadapi lawan berat mulai dari Mitra Kukar, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persipura Jayapura, serta Perseru Serui.

Didik mengungkapkan, laga terdekat Persela adalah menjamu Mitra Kukar di Stadion Surajaya, 8 Agustus 2014. Karena itu, dirinya dan jajaran tim pelatih Laskar Joko Tingkir lainnya ingin melakukan simulasi strategi guna menghadapi laga kandang tersebut.

“Saya lihat, pemain sudah bisa menjalankan instruksi yang diberikan dengan baik saat uji coba kemarin. Mereka juga sudah bagus dalam hal membangun organisasi permainan. Ini yang harus dijaga dan dipertahankan sampai lawan Mitra Kukar,” tutup Didik. (gk-43)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.