Pelatih Persiwa Wamena Tak Kecewa Gagal Juara

Mahmudiana enggan memberikan komentar mengenai kepemimpinan wasit di laga final Divisi Utama.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI SIDOARJO
Pelatih Persiwa Wamena Mahmudiana mengaku tidak kecewa tim besutannya gagal menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah dibekap Pusamania Borneo FC 2-1 di laga final kemarin.

Menurut Mahmudiana, target utama Persiwa bukan menjadi juara, melainkan promosi ke ISL. Tiket promosi itu pun sudah diperoleh usai menundukkan Martapura FC di semi-final.

“Dari awal, saya tidak menuntut pemain untuk melakukan yang lebih. Saya hanya menyuruh pemain menikmati [pertandingan] saja. Fokus kita memang di laga kemarin [semi-final],” jelas Mahmudiana.

“Saya ucapkan selamat kepada Borneo yang telah menjadi juara. Tidak ada permasalahan dalam pertandingan. Kedua tim sama-sama melakukan tekanan yang keras, namun ada rasa menikmati [permainan] di situ. Terbukti, aliran bola berjalan lancar,” tambahnya.

Namun, Mahmudiana enggan menjawab pertanyaan atas beberapa keputusan wasit yang terlihat lebih menguntungkan Pusamania. Menurutnya, pengadil lapangan, dan para asistennya terkadang memiliki sudut pandang berbeda dalam menentukan keputusan.

“Saya tidak bisa jawab pertanyaan ini, antara linesman dan wasit kan punya pandangan yang berbeda. Saya tetap apresiasi anak-anak, yang terus berusaha, berusaha, dan berusaha,” pungkas Mahmudiana.

Meski hanya menempati posisi runner-up, Persiwa masih bisa tersenyum, setelah Ablode Yao Rudy memperoleh predikat pencetak gol terbanyak, dan Sengbah Kennedy menjadi pemain terbaik Divisi Utama 2014. Dengan demikian Ablode berhak membawa sepatu emas berkat torehan 17 golnya sepanjang musim ini, sedangkan Sengbah mendapatkan bola emas. (gk-62) addCustomPlayer('grhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', '', '', 620, 540, 'perfgrhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', 'eplayer4', {age:1416334462966});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.