Pemain Adu Jotos, Persebaya Surabaya Tak Beri Sanksi

RD baru akan menjatuhkan sanksi jika pemain yang terlibat perkelahian mengulangi perbuatannya di masa mendatang.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA Kendati beberapa pemain terlibat adu jotos dalam sesi latihan kemarin di lapangan Brigif 1, Gedangan, Sidoarjo, jajaran pelatih dan manajemen tidak akan memberikan sanksi.

Dalam latihan berupa game internal bersama skuat Persebaya U-21, Alfin Tuasalamoni dan Manahati Lestussen terlibat perselisihan dengan pemain muda Persebaya, Ahmad Hisyam Tolle.

Kejadian bermula, ketika terjadi benturan yang melibatkan Alfin dan Hisyam. Akibat benturan, kedua pemain ini emosi, bersitegang, dan kemudian berkelahi. Manahati, yang merupakan teman akrab Alfin, ikut terpancing emosinya. Tanpa dikomando, ia pun ikut terlibat dalam adu pukul dengan Hisyam.

Imbasnya, game internal sempat terhenti selama lima menit. Manahati yang terlihat dalam keadaaan emosi tinggi kemudian ditenangkan para pemain Persebaya lainnya.

Dalam game internal tersebut, Alfin dan Manahati masuk dalam skuat utama Persebaya. Sementara Hisyam, tergabung dalam skuat Persebaya U-21. Uji coba ini sendiri dimenangi skuat senior dengan skor 2-0, di mana semua gol yang tercipta diborong Greg Nwokolo.

Bahkan Greg sebagai kapten tim sampai terlihat terus merangkul dan mendinginkan emosi Manahati, yang coba mengejar Hisyam. Tidak cuma Greg, pelatih Persebaya Rahmad Darmawan pun turun tangan, dan ikut merangkul Manahati sambil memberikan nasehat.

Setelah emosi Manahati bisa diredam, RD, sapaan Rahmad, lantas mengumpulkan para pemain Bajul Ijo dan Persebaya U-21 di tengah lapangan. Pelatih Persebaya ini kemudian berbicara di hadapan para pemain sekitar satu menit.

“Jangan ada yang bicara! hanya saya," sergah RD dengan nada tinggi di hadapan para pemain.

Setelah berbicara, dan menyelesaikan pertikaian antar pemain tersebut, RD lantas memutuskan melanjutkan game Persebaya melawan juniornya tersebut. Alfin, Ahmad Hisyam, dan Manahati, tetap dimainkan.

RD mengatakan, kejadian seperti itu dinilai sebagai sebuah bumbu, dan biasa terjadi dalam sebuah tim sepakbola. RD menyikapinya secara biasa, dan tidak perlu dibesar-besarkan. Bagi RD, kejadian seperti itu bukan hal pertama dialami, karena saat memegang Sriwijaya FC dan Arema, ia juga pernah mengalaminya.

“Yang penting adalah, semua sudah bisa diselesaikan. Emosi pemain dipengaruhi banyak hal, baik faktor fisik dan psikis," tutur RD selepas memimpin latihan.

Namun RD buru-buru mengingatkan, pihaknya akan memberikan sanksi jika ketiga pemain tersebut mengulangi perbuatan sama di lain waktu. RD menekankan agar insiden tidak terpuji ini tak berlanjut. Ia tak segan akan bersikap tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada ketiganya bila insiden masih terulang.

“Di game itu, tim utama lawan pemain cadangan plus U-21, jelas pemain cadangan ingin menunjukan kualitasnya. Sampai ada kejadian berantem. Tapi itu sudah selesai," pungkasnya. (gk-43) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.