Pemain Arema Cronus Jaga Toleransi Antarumat

Maitimo dan Gustavo tidak ikut minum saat jeda latihan sore, dan memilih menunggu buka puasa bersama.

Sejumlah penggawa Arema Cronus nonmuslim memperlihatkan sikap toleransi kepada rekan-rekannya yang sedang menjalani ibadah puasa dengan tidak ikut minum saat menjalani latihan sore.

Beberapa pemain nonmuslim tidak mengambil air minum di jeda latihan, seperti yang dilakukan Raphael Maitimo dan Gustavo Giron. Kitman Arema pun akhirnya mengeluarkan kotak air menjelang berbuka puasa saja.

“Kami lakukan hal itu sebagai bentuk penghormatan. Saya sendiri tidak ikut minum waktu latihan. Awalnya berat, tapi ini kalau sudah terbiasa akan mudah dilakukan,” ujar Maitimo.

Senada diungkapkan Gustavo. Pemain asal Australia ini menganggap Ramadan merupakan bulan sakral bagi rekan muslimnya. Gustavo mengakui situasi seperti ini menjadi pengalaman baru bagi dirinya selama menjadi pesepakbola profesional.

“Mereka yang menjalankan ibadah puasa memang terlihat berat, tapi saya pikir ini akan menjadi komitmen untuk mengeluarkan kemampuan terbaik. Saya pikir kami akan lebih kuat, karena ada komitmen itu. Saya respek kepada mereka, dan mendukung 100 persen kegiatan ini,” kata pencetak dua gol Arema tersebut.

Lain lagi dengan Ferry Aman Saragih. Ferry yang tinggal di mes mengaku ikut menjalankan ibadah puasa. Dalam ajaran agamanya puasa memang ada, dan pernah dia lakukan, sehingga tidak kaku atau mengalami masalah lagi. Di sisi lain, ada juga alasan khusus ikut berpuasa.

“Di mes makanan hanya ada pada sahur dan buka puasa, waktu mau cari makanan di pagi hari juga susah, dan enggak enak juga dilihat. Akhirnya ya ikut puasa saja,” ungkap Ferry sambil terkekeh.

Topics