Pemain Sriwijaya FC Mulai Sasar Tarkam

Penggawa Laskar Wong Kito bisa menerima keputusan manajemen yang menghentikan gaji mereka.

Sejumlah penggawa Sriwijaya FC mulai membidik turnamen antarkampung (tarkam) setelah manajemen Laskar Wong Kito menghentikan gaji pemain, dan memberikan libur tanpa batas waktu.

Bek tengah Fachrudin Aryanto yang sebelumnya enggan bermain di tarkam, karena khawatir cedera, kini mulai meliriknya. Hanya saja, mantan penggawa Persepam Madura ini selektif dalam mengikuti tarkam.

“Sekarang mau bagaimana lagi, kalau sudah tidak dapat gaji lagi, yang mungkin ikut tarkam untuk cari pendapatan. Tapi, tetap harus hati-hati. Kalau buka usaha, belum dulu,” terang Fachrudin kepada Goal Indonesia.

Hal senada dilontarkan gelandang muda Hapit Ibrahim, dan bek Jajang Maulana. Hapit menyatakan, turnamen tarkam menjadi langkah awal yang akan diambilnya. Namun jika tak ada perkembangan, Jajang melirik alternatif lain. Sedangkan Jajang tetap berharap mendapat kabar baik dari manajemen.

“Kami sebagai pemain tak munafik, karena kami butuh uang, dan hidup kami di bola. Mungkin jalan satu-satunya terpaksa kami main tarkam. Sekarang masih fokus di bola dulu. Tapi kalau sepakbola masih begini terus, pasti ada langkah selanjutnya,” kata Hapit.

“Ya, kalau ada tawaran tarkam, saya ikut tarkam. Apalagi saya tidak kuliah, mau bagaimana lagi. Tapi saya tetap menunggu kabar baik dari manajemen,” timpal Jajang.

Sementara mengenai keputusan manajemen yang menghentikan gaji, baik Fachrudin dan Hapit bisa memakluminya. Fachrudin memaklumi alasan manajemen dalam mengeluarkan keputusan.

“[Saya] Maklum. Soalnya, kalau tak ada kompetisi, sponsor juga tidak mau. Saya berharap konflik cepat berakhir,” imbuh Fachrudin.

“Kami sebagai pemain menerima atas keputusan bapak Presiden klub [Dodi Reza Alex], yang penting SFC tidak bubar. Kami memaklumi, karena kompetisi juga belum jelas,” tambah Hapit. (gk-55)

Topics