Pemain Terbaik Asia Pekan Ini: Junya Ito

Junya Ito sukses jadi salah satu pemain paling disorot di Jepang saat ini, kendati merintis kariernya lewat jalan liga mahasiswa.

Jepang tidak bisa dibantah merupakan satu dari tiga raksasa sepakbola Asia saat ini. Mereka memiliki federasi yang amat terorganisir, kompetisi yang prestise, timnas yang kuat, dan yang paling utama adalah pembinaan usai muda brilian.

Sejak lahirnya Kazuyoshi Miura, dilanjutkan Hidetoshi Nakata, Jepang bagai tak pernah berhenti lahirkan bibit unggul sepakbola. Bahkan pada era sepakbola modern ini, sangat mudah mencari pesepakbola berpaspor Negeri Matahari Terbit di kompetisi Eropa.

Salah satu kunci keberhasilan Jepang memproduksi pesepakbola berkelas adalah variasi pembinaannya. Mereka tidak melulu mengandalkan akademi sepakbola klub profesional yang memang sudah jadi keharusan, tapi pemain bagus juga bisa diproduksi dari kompetisi antarsekolah hingga antar perguruan tinggi.

2018-05-12-reysol-Ito_Junya

Dua variasi yang disebut terakhir memberi keistimewaan untuk calon pesepakbola melakoni pendidikan sepakbolanya dengan cara yang lebih praktis. Karena mereka juga otomatis mengenyam pendidikan formal sesuai standar, baik di sekolah maupun universitas.

Anime Captain Tsubasa jadi contoh terbaik bagaimana pembinaan di sekolah atau perguruan tinggi bisa tetap berjalan efektif. Karenanya tidak sedikit pesepakbola Jepang yang lahir dari jalan tersebut, kendati kebanyakan memulai karier profesional di usia yang bisa dikatakan sedikit telat.

Salah satunya dan yang kini tengah jadi sorotan adalah winger milik Kashiwa Reysol, Junya Ito. Malang-melintang di liga mahasiswa bersama Universitas Kanagawa, Ito sukses merintis karier sebagai pesepakbola profesional bersama Ventrovet Kofu usai lulus kuliah di usia 22 tahun.

Kendati terbilang terlambat untuk memulai karier profesional, hal tersebut justru jadi keuntungan tersendiri karena mental Ito sudah tertempa. Dia tak pernah tersingkir dari starting XI Ventrofet hingga akhirnya hijrah ke Kashiwa pada 2016 dan jadi andalan sampai detik ini.

Panggilan dati timnas Jepang pun diperolehnya setahun berselang, kendati gagal lolos dalam pemanggilan skuat final untuk Piala Dunia 2018 lalu. Meski begitu masa depan cerah nyata menanti Ito, seiring performanya yang terus melejit.

Terutama dalam sepekan terakhir, di mana Ito secara luar biasa jadi bintang kemenangan mengejutkan 3-0 Kashiwa di markas Sanfrecce Hiroshima.

Pemain yang kini berusia 25 tahun itu menceploskan sepasang gol cantik, dalam kemenangan yang melengserkan Sanfrecce dari puncak klasemen sementara J1-League Jepang setelah 25 pekan lamanya.

Ito pun akhirnya mendapat panggilan lagi dari Jepang pada jeda internasional pekan ini. Ledakan langsung diberikannya, dengan menceploskan satu gol dalam kemenangan telak 3-0 atas Panama. Sayang, cedera ringan menghalanginya merumput dalam drama kemenangan 4-3 melawan Uruguay.

Menjadi sebuah keawajaran bila kemudian redaksi Goal Indonesia bersama Toyota memilih Ito sebagai pemain terbaik Asia pekan ini. Layaknya Tsubasa Ozora, anak sekolahan di Jepang juga boleh punya mimpi dan jalan untuk jadi pesepakbola top!

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Nilmaizar Tuntut PT Liga Indonesia Baru Patuhi Regulasi Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menggelar pertandingan tunda melawan PSMS Medan di Stadion Teladan pada 14 November mengundang kekesalan dari pelatih PS TIRA Nilmaizar. Pertandingan antara PSMS dan PS TIRA, Jumat (12/10), terpaksa diundur akibat tidak ada izin dari kepolisian satu hari sebelum laga di saat tim tamu sudah datang ke Medan. Berdasarkan regulasi jadwal pertandingan pasal 7, setiap klub harus memberi tahu paling lambat tujuh hari sebelum laga bila tidak mendapat izin dari kepolisian. Sedangkan pada pasal 8 disebutkan, bila pemberitahuan itu dilakukan di luar batas waktu, PT LIB menetapkan laga digelar di tempat netral. “Pertanyaan saya cuma satu saja, apakah ini sesuai regulasi yang ada di PT Liga Indonesia Baru? Karena di regulasi Liga Indonesia Baru pasal 7 dan 8, kami harus bermain di tempat netral, dan semua akomodasi ditanggung tuan rumah,” cetus Nil. “Kalau Liga menyuruh kami bermain di sana, apakah ini melanggar atau tidak? Kalau melanggar, kenapa dilaksanakan? Kalau tidak, kenapa? Kita tidak usah keluar dari rel, kita ada aturan.” “Sama seperti saya, tiga pemain saya dapat [sanksi akumulasi] kartu kuning, tapi saya mainkan. Itu melanggar atau tidak? Saya sih ambil yang gampang saja.” #pstira #nilmaizar #psms #liga1

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Klasemen Akhir Liga 2 Indonesia
2. Paolo Maldini Ungkap Proses Kembali Ke Milan
3. Kosin Komentari Tragedi Berdarah Di GBLA
4. Romelu Lukaku Isyaratkan Pindah Ke Serie A
5. David De Gea & 50 Bintang Bebas Kontrak 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia