Pemain Terbaik Bundesliga Spieltag 32: Claudio Pizarro

Bomber veteran asal Peru ini masih menunjukkan produktivitasnya saat menginspirasi kemenangan telak Bayern Munich atas bekas klubnya.

OLEH DEDE SUGITA

Tua-tua keladi menjadi ungkapan yang sangat pas buat Claudio Pizarro. Di usia 35 tahun, Pizarro memang bukan lagi pilihan utama dalam skuat Bayern Munich, tidak seperti pada periode pertamanya membela The Bavarians dari 2001 hingga 2007 silam.

Tetapi saat memperoleh kesempatan beraksi, bintang veteran Peru ini menunjukkan ia masih belum kehilangan naluri tajam membobol gawang lawan, keunggulan yang menjadikannya pemain asing tersubur dalam sejarah Bundesliga Jerman.

Hal itu kembali terlihat saat Piza dipasang Pep Guardiola sebagai starter dalam laga kandang menghadapi Werder Bremen pada akhir pekan. Eks penyerang Bremen ini muncul sebagai bintang kemenangan 5-2 atas bekas klubnya melalui sepasang gol plus satu assist.

Di awal pertandingan, lemahnya komitmen Bayern usai mengunci gelar juara sejak putaran 27 lalu -- plus kerentanan mereka menghadapi serangan balik lawan -- kembali terekspos dengan Die Werderaner mencuri keunggulan cepat di menit kesepuluh lewat Theodor Gebre Selassie.

Piza toh memastikan Bayern tidak terlalu lama berada dalam posisi tertinggal. Hanya berselang sepuluh menit, umpan terobosan matangnya sukses memudahkan Franck Ribery menyamakan kedudukan.

The Bavarians memasuki ruang ganti dengan defisit 2-1 setelah gawang Manuel Neuer jebol untuk kali kedua, kali ini oleh Aaron Hunt sembilan menit jelang turun minum, tapi mereka "meledak" di babak II dengan Pizarro menjadi inspiratornya.

Sang bintang gaek memborong dwigol dalam rentang hanya empat menit untuk membawa Die Roten berbalik memimpin. Keduanya tercipta via penyelesaian dari jarak dekat, tapi menjadi bukti nyata kemampuan positioning prima Pizarro.

Yang pertama, berawal dari tendangan penjuru Ribery, Piza menanti di tiang jauh untuk menunggu bola diteruskan kepala Thomas Muller dan ia dengan gampang mengonversinya dengan tap in simpel.

Dalam proses gol kedua, Pizarro lagi-lagi mengambil tempat yang pas untuk menyambut sebuah umpan, kali ini dari David Alaba, dan mendorong bola ke dalam gawang cukup dengan juluran kakinya.

Unggul 3-2, Bayern semakin nyaman mendominasi permainan dan menambah dua gol lagi dari sundulan Bastian Schweinsteiger dan tembakan Arjen Robben, yang masuk dari bangku cadangan di laga ini.

Hasil komprehensif ini menjadi bekal baik bagi The Bavarians untuk mencoba membalikkan defisit agregat 1-0 dari Real Madrid pada semi-final leg kedua Liga Champions, Selasa (29/4) ini, tapi Pizarro menyadari Bayern wajib menghilangkan kebiasaan buruk kebobolan dari serangan balik kalau ingin berangkat ke Lisbon untuk mempertahankan gelar.

"Di babak pertama kami kemasukan dua gol dari serangan balik, dan itu tak boleh terjadi menghadapi Real. Kami harus waspada. Kami bermain baik di babak kedua dan mencetak gol-gol. Penting memetik kemenangan hari ini, dan saya berharap kami melakukannya lagi pada Selasa. Saya selalu menikmati ketika saya bermain," tuturnya usai laga.

Pizarro dipastikan tak akan menghiasi starting line-up Bayern kala menjamu El Real, tapi Guardiola pantas mempertimbangkan untuk menyuntikkannya sebagai pemain pengganti, khususnya saat Bayern sudah dilanda kebuntuan.

Topics