Pemain Terbaik Eredivisie Speelronde 6: Adam Maher

Adam Maher mulai membuktikan diri sebagai gelandang dengan kemampuan yang komplet, baik saat menyerang maupun dalam bertahan.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Adam Maher menjadi bintang sehari dalam kemenangan 4-0 PSV Eindhoven atas Cambuur Leeuwarden pada lanjutan Eredivisie Belanda Speelronde 6, Minggu (21/9) petang.

Meski Cambuur tak pernah mengalahkan PSV sepanjang sejarah Eredivisie, pertemuan kedua tim bertajuk duel papan atas. PSV berstatus sebagai pemuncak klasemen dengan 12 poin sedangkan Cambuur membuntuti di peringkat ketiga dengan 11 poin. Diakui pula oleh pelatih Philip Cocu, Cambuur sukses menyulitkan PSV dalam dua pertemuan musim lalu.

Berkat penampilan inspiratif dari Maher, PSV melalui tantangan dengan sukses. Dua assist disumbangkannya plus satu gol yang memungkas kemenangan. Dari segi defensif, Maher turut memberikan kontribusi penting. Masing-masing empat tekel dan intersep yang dilakukannya adalah yang terbanyak di antara pemain PSV lain.

Maher membuka kegemilangan pada menit ke-21. Umpan tendangan bebasnya diteruskan Luuk de Jong dengan sundulan kepala. Setelah Jetro Willems menggandakan keunggulan tuan rumah 16 menit berselang, Maher kembali beraksi di babak kedua - lagi-lagi dalam situasi bola mati.

Cambuur bermain dengan sepuluh orang sejak akhir babak pertama akibat kartu kuning kedua yang menimpa bek Lucas Bijker. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan PSV untuk terus mencari gol tambahan. Hasilnya, baru tercipta pada menit ke-78.

Umpan tendangan penjuru Maher disambut Jeffrey Bruma dan bola melesak ke pojok kiri gawang Leonard Nienhuis. Dua menit kemudian, Maher menutup pesta poin penuh PSV melalui gol sundulan kepala. Assist kali ini diberikan oleh Luciano Narsingh.

"Ini kali pertama saya mencetak gol dengan sundulan kepala sepanjang karier profesional," ungkap Maher usai laga.

Perkembangan permainan Maher, yang banyak dikritik musim lalu karena tampil semenjana, terjadi berkat masukan banyak orang, antara lain seperti Cocu, mantan pelatihnya Gertjan Verbeek, serta rekan satu tim.

"Gini [kapten Georginio Wijnaldum] bilang saya harus memberikan tekanan kepada sentral pertahanan mereka karena begitu banyak ruang yang tercipta," ungkap Maher usai laga.

"Bisa dilihat mereka kewalahan dan terbukti dengan kartu kuning kedua kepada Lucas Bijker sebelum jeda."

Maher mengaku menerima pujian dari Verbeek, yang menanganinya di AZ Alkmaar selama tiga musim. Kini Maher tak lagi dikenal sebagai perancang serangan yang kreatif, tetapi juga gelandang pekerja yang tak segan membantu menggalang pertahanan.

Pertandingan melawan Cambuur barangkali menjadi bukti awal bagi pemain 21 tahun itu untuk terus melejit musim ini.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics