Pemain Terbaik FC Internazionale 2014/15: Mauro Icardi, Bisa Il Biscione

Mauro Icardi berkontribusi nyaris 50 persen dari total gol Internazionale di Serie A Italia musim ini.

FC Internazionale dipastikan mengakhiri musim 2014/15 dengan nihil gelar setelah terlempar dari zona Eropa di klasemen sementara Serie A Italia dan tersingkir dari ajang Coppa Italia dan Liga Europa.

Performa inkonsisten menjadi biang keladi buruknya perjalanan Nerazzurri, pemain-pemain baru yang didatangkan manajemen pada awal musim, seperti Nemanja Vidic dan Gary Medel tidak bisa beradaptasi dengan cepat dan maksimal, dan kemudian terjadi perubahan pelatih kepala di tengah musim dari Walter Mazzarri ke Roberto Mancini sehingga memaksa para pemain kembali beradaptasi dengan taktik dan strategi baru.

Alhasil, sejak musim baru digulirkan sampai saat ini, tiga kemenangan menjadi catatan kemenangan beruntun terpanjang Inter di Serie A. Sebuah catatan buruk yang membuat Mancini geram...

“Saya mengira kami bisa lolos ke [kompetisi] Eropa setelah melihat cara kami bermain di laga-laga terakhir musim 2014/15. Kami bermain baik, tetapi kami melakukan kesalahan yang gila,” tutur Mancini, usai kekalahan terbaru Inter di markas Genoa, kepada Sky Sport Italia.

“Laga ini seperti menjadi cermin performa kami di sepanjang musim ini. Kami tak boleh menyalahkan siapapun, kami harus terus berkembang."

Namun, semua itu bisa saja jauh lebih buruk, seandainya La Beneamata tidak memiliki sosok Mauro Icardi di lini depan. Entah bagaimana Inter menjalani musim 2014/15 tanpa kehadiran striker asal Argentina tersebut.

Pemain berusia 22 tahun itu seolah menjadi bisa bagi Inter yang dijuluki Il Biscione (ular), jika tidak ada Icardi, mereka mungkin masih bisa menggigit tetapi tidak mematikan.

Ya, di tengah teledornya lini belakang, kurang kreatifnya para gelandang dan tumpulnya penyerang-penyerang Inter, Icardi menampilkan performa menawan, setidaknya dalam urusan membobol gawang lawan.

Inter telah mengemas 55 gol di Serie A sejauh ini, dan nyaris 50 persen gol tersebut merupakan kontribusi dari Icardi yang masih berpeluang menjadi top skor dengan mencetak 20 gol dan juga empat assist.

Ia menjadi satu-satunya pemain Inter yang mencatatkan dua digit gol musim ini, catatan gol striker lainnya sangat jauh dibandingkan dengan Icardi. Rodrigo Palacio yang menjadi pemain paling buas musim lalu, kini hanya mencatatkan tujuh gol, sementara dua pemain yang didatangkan pada musim dingin, Xherdan Shaqiri dan Lukas Podolski, masing-masing hanya mampu mencetak sebiji gol.

"Icardi merupakan striker yang sangat hebat, tapi dia juga bisa menjadi seorang juara," puji Mancini. "Dia memiliki karakter oportunis, kadang dia mencetak gol, kadang tidak, tapi kualitas hebatnya adalah dia bisa bangkit dari kegagalan dan kembali ke jalur yang tepat."

Ia juga mampu melanjutkan tradisinya sebagai penjebol gawang Juventus pada musim ini, ia mencetak masing-masing satu gol dalam setiap pertemuan menghadapi Sin Nyonya Tua musim ini. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa Inter harus memiliki Icardi di lini depan, mengingat sengitnya rivalitas Nerazzurri dengan Bianconeri.

Namun, sayang, masa depannya di Giuseppe Meazza masih menjadi tanda tanya seiring dengan negosiasi kontrak baru yang masih alot. Bahkan, Icardi sendiri masih belum bisa mengambil keputusan terkait hal tersebut.

"Sungguh ini adalah titik yang sulit, akan tetapi hari ini bukan hanya tentang membahas kontrak," ujar Icardi "Orang-orang di San Siro mencintai saya, dan saya amat sangat menghargai mereka. Saya berusaha membuat mereka senang dalam setiap pertandingan tim."

"Saya masih muda, saya baru berumur 22, dan saya harap saya bisa memiliki karier seperti yang Zanetti capai. Meski saya mencetak 200 gol Serie A, saya mungkin akan pensiun lebih awal dari yang dia lakukan."

Beberapa klub raksasa Eropa seperti Chelsea dan Manchester City dikabarkan tertarik untuk mendapatkan jasanya. Tetapi dengan kontribusi yang ia berikan untuk tim musim ini, sungguh sulit bagi Inter untuk melepas striker muda tersebut...

 

 

Topics