Pemain Terbaik Ligue 1 Journée 36: Andre-Pierre Gignac

Dua gol Andre-Pierre Gignac berandil penting saat mengantar Olympique Marseille memenangkan duel panas Choch des Olympiques kontra Oympique Lyon.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Marseille menjadi penguasa di laga bertajuk Choc des Olympiques kontra Lyon, akhir pekan lalu.

AS Saint-Etienne yang tampil duluan di journee 36 ini berhasil memenangkan bentrokan dengan Montpellier, 2-0. Yang berarti asa Marseille meraup tiket terakhir ke Eropa [posisi empat] sirna sudah mengingat jarak Les Verts dan Les Phoocens setelah duel Olympiques ini tujuh angka dengan dua laga tersisa di kampanye 2013/14 ini.

Meski begitu, pasukan Jose Anigo tetap tampil dengan spirit meraup tripoin dan Andre-Pierre Gignac pantas mendapatakn kredit khusus dari kecemerlangannya mengantar tim mendulang kemenangan di Stade Velodrome. Di dua laga liga sebelumnya, Marseille tak pernah bisa meraih kemenangan, tapi ketika menghadapi lawan tangguh sekelas Lyon - penghuni tangga kelima yang juga berambisi menyegel spot terakhir Eropa - anak-anak OM menggila.

Gignac benar-benar menjadi mimpi buruk sekaligus sosok yang sungguh membuat degup jantung anak-anak Les Gones berdebar kencang sepanjang 90 menit. Statistik mencatat ada tujuh tembakan berhasil dilesakkan Gignac dengan empat di antaranya on target dan dua berbuah gol. Jika dibandingkan dengan pemain yang lain, striker internasional Prancis ini di laga malam itu tampil paling prima dalam aspek melancarkan serangan.

Tanda-tanda kemenangan meyakinkan Marseille ini sudah terlihat ketika mereka memimpin laga dengan dua gol dalam tempo 25 menit melalui torehan dari Souleymane Diawara dan Florian Thauvin. Keunggulan ini sempat diperkecil Lyon via aksi Arnold Mvuemba lima menit sebelum turun minum.

Namun selepas interval, 45 menit kedua menjadi panggung aksinya Gignac. Baru berjalan tiga menit, Gignac langsung kembali menjauhkan OM lewat sebuah atraksi individu darinya. Menerima umpan lambung dari tengah, Gignac kemudian menggiring ke box Lyon sebelum mengecoh dua bek. Sepakan pertama dapat ditepis kiper Anthony Lopes namun bola rebound disambarnya kembali untuk merestorasi keunggulan dua gol di babak pertama tadi.

Di menit ke-56, laga seolah sudah ditutup setelah Gignac kembali menamakan diri di papan skor yang membuat kedudukan berubah menjadi 4-1. Sepakan Thauvin dari luar kotak penalti mampu dihalau Lopes, namun sekali lagi bola rebound jatuh di kaki Gignac yang dengan mudah mencoploskan gawang pasukan Remi Garde.

Delapan menit sebelum bubaran, Lyon sempat membuat gol pelipur batin lewat Bafetimbi Gomis. Laga rampung, gemuruh Stade Velodrome membahana.

Torehan dua golnya di laga ini menggenapkan koleksi Gignac menjadi 16 gol, kedua terbanyak di Ligue 1 setelah Zlatan Ibrahimovic [25]. Di semua kompetisi, sudah 22 gol dikemasnya dalam 42 laga kompetitif.

Dengan pencapaian yang demikian, tentu harapan setiap pemain jelang berakhirnya musim ini adalah masuk di jajaran skuat timnas Piala Dunia 2014. Tapi tidak demikian bagi Gignac. Baru-baru ini dia mengungkapkan jika dia merasa catatan ini belum cukup. Lebih lanjut, dia pasrah soal peluangnya dipanggil pelatih Didier Deschamps masuk timnas Prancis.

"Statistik yang berbicara. Saya telah mengemas 22 gol dalam 42 laga kompetitif, ini memang musim terbaik saya dalam hal statistik. Saya mengatakan saya akan memaksa Descamps untuk memilih saya. Saya lakukan apa yang saya bisa, saya punya musim yang bagus, tapi itu saja tidak cukup," jelasnya.

Diabate

Topics