Pemain Terbaik Ligue 1 Journée 37: Mamadou Samassa

Kiper Mamadou Samassa menjadi aktor penting dari kemenangan krusial Guingamp yang terus menjaga asa tim mengakhiri musim lepas dari degradasi.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Mamadou Samassa, bukan pilihan utama bukan pula pilihan kedua, sebab di musim ini dia bersama Guy Ndy Assembe saling silih gantian mengawal gawang Guingamp.

Namun apa pun itu, di journee 37 lalu, penampilan Samassa sungguh luar biasa kala mampu mengantar pasukan Jocelyn Gourvennec menang clean sheet 2-0 atas Toulouse.

Andail kiper 24 tahun ini tak mampu memagari gawangnya dengan apik, mungkin Guingamp menyudahi pekan lalu dengan menduduki posisi degradasi.

Kemenangan ini pun membuat EAG setidaknya bisa bernafas lega untuk mewujudkan ambisi tetap bertahan di Ligue 1. Kini jarak mereka dengan zona degradasi masih terjaga dua poin dengan bertengger di peringkat ke-15. Penentuan siapa tim terakhir yang bakal terdemosi ke kasta kedua masih harus menunggu hingga laga pamungkas, di mana melibatkan lima tim yang akan saling bunuh: Montpellier, Guingamp, Nice, Evian TG dan Sochaux.

Guingamp yang bermain di Stade du Roudourou tampil kurang meyakinkan. Toulouse dengan percaya dirinya mampu menyuguhkan tontonan atraktif dengan berbagai serangan menakutkan.

Terhitung 16 tembakan berhasil anak-anak Alain Casanova produksi. Sembilan di antaranya on target. Namun sekali lagi, kerja keras Samassa terbayar tuntas berkat kegigihannya jatuh bangun mengamankan jalanya dari noda.

Beberapa peluang yang bisa saja menghadirkan gol bagi tim tamu datang melalui manuver dari Jean-Daniel Akpa-Akpro dan Wissam Ben Yedder di babak pertama. Nama terakhir dari tiang dekat kemudian mampu melepaskan sepakan berbahaya, beruntung Samassa mampu mencegahnya dengan gemilang.

Delapan menit sebelum laga bubar Samassa memperlihatkan kebolehannya ketika dia dengan cekatan membaca laju dentuman keras jarak jauh dari Oscar Trejo. Toulouse gagal mencetak gol, bola ditepis dengan cemerlang oleh kiper internasional Mali tersebut.

Kemenangan 2-0 pun, yang diraih berkat gol-gol dari Claudio Beauvue [5'] dan Mustapha Yatabare [14'], diamankan dengan kondisi gawang yang tanpa robek.

"Malam yang luar biasa dari berbagai sudut pandang. Ketika Anda melihat hasil-hasil lainnya, sungguh lega karena kami memiliki nasib sendiri di tangan kami sendiri," ujar pelatih Gourvennec selepas pertandingan.

"Kami sedikit kehilangan sentuhan kami di musim ini, tapi sungguh penting mengamankan status bertahan [di Ligue 1] di depan fans kami."

Diabate

Topics