Pembelaan PT Liga Indonesia Baru Terhadap 'Marquee Player' Liga 1

Beberapa 'marquee player' belum memberikan dampak maksimal untuk klub yang dibela.

Berlinton Siahaan selaku direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) menilai kinerja marquee player sudah cukup memberikan dampak positif terhadap bergulirnya kompetisi kasta teratas Indonesia, Liga 1.

Pemain dengan reputasi dunia didatangkan tim kontestan Liga 1, sebut saja Michael Essien (Persib Bandung), Peter Odemwingie (Madura United), Didier Zokora (Semen Padang) hingga Mohamed Sissoko (Mitra Kukar).

Sayangnya, beberapa marquee player terkesan kurang memberikan dampak maksimal untuk klub yang dibela dan juga tak begitu cerah secara reputasi meski pernah membela klub dari kompetisi tersohor Eropa.

"Harusnya (marquee player) menjadi motivasi buat teman-teman (pemain) yang lain, dari segi komersial pasti membantu, jumlah penonton yang datang juga kan lebih banyak," buka Berlinton, Kamis (23/6)

"Tapi, kalau dibilang apakah klub itu menjadi lebih bagus, saya tidak bisa jawab," sambung dia.

Pria yang juga bendahara PSSI itu menilai, para marquee player masih butuh adaptasi dengan kondisi sepakbola Indonesia yang penuh keterbatasan. Contohnya, lapangan yang tidak sebagus di negara-negara Eropa.

"Ya mungkin ini sebagai contoh, saya terlalu prematur ngomongnya. Kita contohkan lah pemain asing Essien itu, dia sudah main di Chelsea, Real Madrid, lapangannya sendiri saja kita tahu kalau di Chelsea dan Real sana itu rumputnya di sana dan di sini itu beda."

"Yang kedua, mungkin juga yang mendukung pemain belakang, pemain tengah juga, yang seperti itu juga ada pengaruh, kami harus maklumi. Kalau dibilang sudah maksimal, mungkin dia maksimal tapi timnya tidak maksimal."