Pemberontakan Pemain Giring Jose Mourinho Ke Pinggir Jurang

Pemilik Chelsea Roman Abramovich bakal mengambil keputusan soal masa depan Mourinho selama jeda internasional di tengah rentetan hasil buruk dan pemberontakan di ruang ganti.

Periode kedua kepemimpinan Jose Mourinho sebagai manajer Chelsea hampir berakhir sebagaimana pemberontakan di ruang ganti membuat pemilik klub Roman Abramovich mempertimbangkan untuk memecat manajer paling populer dalam sejarah klub tersebut.

Goal memahami bahwa Abramovich akan membuat keputusan terkait masa depan Mourinho selama dua pekan jeda internasional dan yang bersangkutan sudah bergerak untuk menghubungi sejumlah pengganti potensial.

Pertimbangan kunci Abramovich diyakini terletak pada apakah ia memiliki keyakinan bahwa Mourinho bisa membawa Chelsea finis di posisi empat besar musim ini, selagi sang juara bertahan kini sudah tertinggal 13 poin dari zona Liga Champions.


KIAN TERPOJOK | CHELSEA AKAN MENINJAU POSISI MOURINHO


Tampaknya sangat tidak mungkin The Blues akan lolos ke kompetisi akbar Eropa musim depan selagi para pemainnya tidak senang dengan sang manajer. Sejumlah sumber mengatakan bahwa saat ini hanya terdapat ‘segelintir’ pemain di tim utama yang masih mendukung Mourinho.

Adapun, kritik yang dilancarkan Mourinho secara publik pada para pemainnya diyakini merupakan sumber ketidakpuasan, dengan banyak pihak percaya para pemain Chelsea diperlakukan tidak adil selagi pria Portugal itu yang terus melindungi pemain ‘favoritnya’.

Eden Hazard, Oscar dan Nemanja Matic adalah beberapa pemain yang terus dipercaya meski mereka dalam performa buruk, selagi sumber itu mengatakan bahwa ruang ganti tim merindukan pemain berpengaruh seperti Didier Drogba, Petr Cech dan Frank Lampard.

Kapten John Terry diyakini masih tetap mendukung Mourinho namun pria 34 tahun itu tidak mampu menunjukkan kepemimpinannya seperti yang pernah ia lakukan.

Kesabaran dewan direksi di Stamford Bridge dengan Mourinho kini ada di titik nadir dan pria 52 tahun itu hanya akan bertahan jika Abramovich tidak mampu menunjuk pengganti berkualitas di pertengahan musim.

Kandidat utama seperti Pep Guardiola dan Diego Simeone tidak akan tersedia sampai musim panas tahun depan, jadi Chelsea diperkirakan akan menunjuk seorang manajer interim sampai akhir musim.

Kekalahan 1-0 yang diterima Chelsea dari Stoke pada Sabtu kemarin membuat mereka kini telah menelan tujuh kekalahan dari 12 laga Liga Primer musim ini, dan untuk sementara menempati urutan kelima di atas dasar klasemen.

Mourinho sempat diberi dukungan pada Oktober kemarin menyusul kekalahan kandang yang diterima dari Southampton, namun hal itu diberikan bersamaan dengan peringatan yang berbunyi "hasil akhir sejauh ini tidak bagus dan performa tim harus meningkat”.

Seperti diketahui, klub London barat itu telah kalah di tiga dari empat pertandingan liga terakhirnya – di mana mereka hanya mampu menang sekali saat melawan klub papan bawah Aston Villa – dan baru-baru ini tersingkir dari Piala Liga.

Hirarki Chelsea juga dibuat tertegun dengan ulah Mourinho di luar lapangan, di mana ia kerap berbuat diluar kendali dengan menyasar wasit dan menuding adanya konspirasi di FA.

Sosok berusia 52 tahun itu dipaksa menonton kekalahan timnya di Stoke dari kamar hotelnya setelah menerima hukuman larangan masuk stadion akibat mengkonfrontasi wasit Jon Moss kala timnya kalah 2-1 dari West Ham pada bulan lalu.

Ulahnya dianggap buruk oleh jajaran direksi, di mana para tokoh senior sangat cemas dengan rusaknya citra Chelsea di mata dunia.

Lebih jauh, keputusan pria Portugal itu untuk memecat dokter klub Eva Carneiro merupakan masalah publik dan juga mengundang amarah dari para pemain mengingat ia merupakan figur staf yang populer.