Penangguhan Tak Mendukung Pemain U-23 Yang Tak Dipanggil Timnas

Perkembangan pemain muda dikhawatirkan kembali terhambat karena penangguhan.

Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi yang menangguhkan regulasi penggunaan pemain U-23 mendapat berbagai respons dari tim kontestan Liga 1 2017.

Persipura Jayapura jadi salah satu tim yang menyayangkan perubahan regulasi sejak pekan ke-12 hingga akhir Agustus, bersamaan dengan agenda timnas Indonesia U-22 yang berlaga di Pra Piala Asia U-23 2018 dan SEA Games 2017.

Meski beberapa waktu lalu pelatih dan pemain Persipura sudah menyatakan tak ingin terlalu memperdulikan perubahan aturan tersebut, namun manajemen tim Mutiara Hitam cukup menyayangkan keputusan PSSI dan PT LIB.

"Ya kami bisa apa kalau operator sudah memutuskan begitu? Semua terserah mereka, kami hanya bisa pasrah, walaupun itu menunjukkan inkonsistensi mereka," kata media officer Persipura, Bento Madubun ketika dihubungi.

"Entah apa maksud dan tujuan penangguhan itu, tapi penangguhan itu sama artinya bahwa regulasi tidak mendukung pemain U-23 yang tidak dipanggil ke timnas, kasihan pemain U-23 lain tidak bisa berkembang, sayang sih."

PSSI dan LIB melalui berbagai pertimbangan hingga akhirnya mengambil keputusan soal penangguhan regulasi penggunaan pemain U-23. Nilai kompetitif Liga 1 dan telah ditetapkannya pemain muda untuk timnas U-23 masuk dalam pertimbangan tersebut.

"Kita juga tidak tahu apakah hal ini sudah dibahas dengan klub atau tidak, tetapi sepertinya tidak, mereka langsung kirim e-mail penangguhan, kita ikuti saja, entah setelah ini ada lagi yang berubah atau tidak, entahlah. Yang jelas, kami pasrah dan kami ikuti saja."