Penjelasan Kiostix & PSSI Soal Sulitnya Membeli Tiket Laga Indonesia & Vietnam

Laman penjualan tiket semi-final AFF Suzuki Cup 2016 sulit diakses sehingga masyarakat mengeluh.

Kiostix selaku pihak yang mendistribusikan tiket laga semi-final AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama, antara Indonesia dan Vietnam, mengakui bahwa mereka menemui kendala dengan waktu penjualan yang tak lama.

Sebanyak 27ribu lembar tiket untuk pertandingan yang akan digelar di Stadion Pakansari itu dijual secara online dan bisa dibeli lewat laman Kiostix. Sayangnya, keluhan terus berdatangan dari para calon pembeli karena laman sulit diakses.

"Animonya sangat luar biasa, kami menghadapi traffic yang luar biasa," kata head of sales Kiostix, Andika Putra. "Bisa dikatakan aksesnya luar biasa, sebenarnya kami siap (menjual), tapi kami tak bisa menghadapi kendala akses yang ini luar biasa."

Menurutnya, pengunjung laman Kiostix meningkat drastis beberapa hari ini karena penjualan tiket laga Indonesia dan Vietnam. Hal itu yang menyebabkan akses masuk untuk membeli tiket sangat sulit. "Seperti antrean yang panjang, jadi harus menunggu," imbuh Andika.

Sekretaris PSSI Ade Wellington pun memberikan penjelasan kenapa tiket dijual secara online dengan waktu penjualan yang singkat. Hal rumit lainnya adalah penukaran tiket dilakukan H-1 di kawasan Senayan, Jakarta, yang notabene jauh dari Stadion Pakansari di Cibinong, Bogor.

"Kami tegaskan untuk pencetakan, penjualan dan distribusi itu yang menunjuk AFF, kemudian TTM (ThaiTicketMajor) dari Thailand menunjuk Kiostix. Tiket itu dari TTM baru dikirim dan sampai dari Thailand kemarin," urai Ade.

"Dalam proses ini kami sebenarnya menyambut baik, dengan online ini harapannya semua bisa membeli, mengakses tiket dari mulai Aceh, Bali, Jayapura. Tapi kami menyadari ada sisi yang tak maksimal. Bahwa terjadi kejadian yang sedemikian rupa tidak kita harapkan," tambah dia.

PSSI sendiri sudah membagi sebagian tiket untuk dijual secara offline di waktu penukaran tiket, yakni 2 Desember. Akan ada tiket kategori III yang dijual pada hari tersebut di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Kami mohon maaf kepada suporter yang merasa dipersulit, sebenarnya ini bukan bermaksud mempersulit. Kenapa tidak ada penukaran tiket di Pakansari? Pertama karena tidak ada loket penjualan tiket, kedua sedang ada perbaikan konstruksi, dan ketiga kami ini panpel memang fokus untuk menjaga pertandingan," jelas ketua panpel Yeyen Tumena.