Penunggakan Gaji Pemain Hinggap Lagi Di Kompetisi Indonesia

Tiga klub Liga 2 terbukti belum membayarkan kewajibannya kepada para pemain.

Permasalahan penunggakan gaji di klub sepakbola tampaknya memang sulit hilang. Terbukti meskti sudah ada pergantian pengurus PSSI dan operator kompetisi hal tersebut terus saja hinggap.

Teranyar, adalah tiga klub peserta Liga 2 yaitu Persih Tembilahan, Sragen United, dan Persifa Fak Fak yang tak membayarkan kewajiban kepada para pemainnya sejak beberapa bulan belakangan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi pun sudah mendapatkan laporan. Namun, mereka tak bisa mengambil langkah konkret karena PSSI yang memiliki kewenangan terkait hal tersebut.

"Kami telah menerima laporan dari seluruh pemain Persih yang belum dibayar sejak tiga bulan awal dimulainya Liga 2. Bahkan mereka tidak mau melakukan pertandingan ketika melawan PSBL Langsa," kata COO PT LIB Tigor Shalomboboy.

Nasib lebih parah lagi dialami Persifa Fak Fak yang menempati Grup 8 di Liga 2. Akibat kesulitan keuangan klub asal Papua Barat tersebut memutuskan tidak melanjutkan ikut kompetisi kasta kedua ini.

Sragen United mempunyai peruntungan yang lebih baik dibandingkan Persih dan Persifa. Skuat asuhan Jaya Hartono ini untuk sementara waktu mendapatkan bantuan dana dari asosiasi provinsi (Asprov) Jawa Tengah.

"Hal-hal lain yang membuat Sragen United tidak bisa membayar gajinya itu ya harus kita lihat laporannya lagi, nanti kita akan bicara lebih detailnya dengan memanggil manajemen baru," ujarnya.

Meski sadar masih mempunyai sejumlah kekurangan di kompetisi musim ini, direktur utama PT LIB Berlinton Sihaan, menuturkan pihak sudah berusaha maksimal. Ia menyebut beberapa terobosan telah dilakukannya sejak awal.

"Kami juga sudah memberikan sebuah edukasi kepada mereka, bukannya kami lalai tapi kami berusaha untuk yang terbaik bagi mereka," tutur Berlinton.