Penurunan Persela Lamongan Bukan Disebabkan Non-Teknis

Manajemen dan jajaran pelatih menegaskan, Laskar Joko Tingkir akan bangkit saat melawan Persiba Bantul.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN

Manajemen dan jajaran pelatih Persela Lamongan menegaskan, faktor non-teknis bukan menjadi penyebab penurunan hasil Laskar Joko Tingkir di tiga awal putaran dua Indonesia Super League (ISL) 2014.

Bermain di kandang sendiri, Persela hanya mengemas dua kali hasil imbang. Puncaknya, kalah 2-0 dari Persiram Raja Ampat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/5).

Imbas dari capaian di tiga laga terakhir, posisi Persela kini melorot ke urutan empat, dengan koleksi 21 poin dari 13 kali pertandingan. Padahal, tim besutan Eduard Tjong ini sempat merasakan posisi runner-up klasemen sementara ISL 2014 wilayah timur saat jeda kompetisi.

Ketika disinggung mengenai pengaruh finansial atas capaian beberapa laga terakhir, asisten manajer Persela Yuhronur Effendi menampiknya. Menurut Yuhronur, gaji dan bonus pemain Laskar Joko Tingkir sudah dilaksanakan sesuai prosedur, dan tidak ada keterlambatan.

“Gaji pemain Persela lancar. Tidak ada masalah dalam hal finansial. Soal masa pencairan gaji, semua pemain sudah tahu kebiasaan manajemen. Mereka sudah paham dengan waktu pencairannya,” kata Yuhronur kepada Goal Indonesia.

“Jika prestasi kami merosot di awal putaran kedua, itu bukan karena gaji pemain yang telat. Mungkin kami kurang beruntung saja di tiga laga terakhir," tegasnya.

Hal itu diamini asisten pelatih Didik Ludiyanto. Menurut pelatih yang akrab disapa Pacul ini, merosotnya penampilan Persela lebih dikarenakan masalah teknis di lapangan, dan bukan faktor non-teknis.

“Gaji pemain tidak telat, dan sudah dicairkan. Tidak ada masalah dengan keuangan. Kalau penampilan Persela menurun, itu karena faktor teknis lapangan saja. Kami akan menjawab pertanyaan publik perihal merosotnya prestasi ini, dengan tampil bagus di sisa laga putaran kedua ini,” papar Didik.

Di pertandingan selanjutnya, Persela bakal dijamu Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung pada 2 Juni 2014. Meskipun estafet menjalani dua laga tandang di Jawa Tengah, Persela memutuskan untuk pulang ke Lamongan dulu. Alasannya, rentang waktu laga melawan Persiram dengan Persiba lumayan panjang, sehingga lebih memilih melakukan persiapan di Lamongan.

“Usai dijamu Persiram kami pulang dulu, karena akan terlalu lama menunggu pertandingan dijamu Bantul. Kami akan siapkan tim di Lamongan saja,” terang Didik. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.