Penyelesaian Akhir Jadi Pekerjaan Rumah Liestiadi

Liestiadi berharap agar mandulnya barisan depan Laskar Joko Samudro bisa teratasi sebelum ISL 2015 bergulir.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Pelatih Gresik United Liestiadi mengungkapkan, ia akan memanfatkan waktu tersisa menjelang Indonesia Super League (ISL) 2015 untuk membenahi penyelesaian akhir yang jauh dari memuaskan.

Kelemahan itu terlihat ketika Gresik United bermain imbang tanpa gol melawan Persepam Madura Utama di Stadion Petrokimia kemarin dalam laga uji coba. Tidak adanya sosok finisher andal ditengarai Liestiadi membuat timnya terlihat tumpul. Terlebih, Gresik United sudah memulangkan Marco Djurovic, karena dianggap gagal beradaptasi dengan permainan tim.

“Saya tidak melihat pada skornya, tapi lebih pada permainan anak-anak sendiri yang saya lihat sulit berkembang. Masih banyak peluang yang gagal dimanfaatkan dengan baik. Ini jelas kekurangan yang harus segera dibenahi,” ujar Liestiadi kepada Goal Indonesia.

Selain masalah finishing, mantan arsitek Persiba Balikpapan musim lalu ini juga menilai lini kedua masih kurang kreatif dalam mendikte alur permainan. Penggawa Gresik United dianggap masih kurang pintar dalam mengatur tempo permainan.

“Seperti dalam hal timing, kapan seharusnya melepaskan umpan crossing, atau umpan pendek. Itu masih belum dikuasai para pemain sepenuhnya. Jadi ke depan, sudah pasti kami akan benahi hal itu,” sambung Liestiadi.

Meski demikian, masih ada yang menjadi pelipur kekecewaan Liestiadi dalam laga uji coba tersebut, yakni kondisi fisik pemain Laskar Joko Samudro yang dianggapnya sudah mulai meningkat. Ia mengharapkan, kondisi fisik anak didiknya bisa terus meningkat sampai ISL 2015 digulirkan.

“Sengaja saya mainkan tim dalam 2x45 dengan komposisi yang berbeda. Sebab, saya ingin melihat, dan menginginkan ada persaingan sehat antarpemain dalam menunjukkan kemampuannya. Beruntung hujan juga turun, sehingga ikut menguji fisik pemain. Kalau saya lihat, fisik pemain sekarang sudah berada dalam kondisi 70 persen,” papar Liestiadi.

“Tujuan utamanya memang agar pemain bisa meraih peak performance saat berlaga di kompetisi mendatang.” (gk-43)

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.