Pep Guardiola Belajar Dari Kesalahan, Tapi Ogah Ubah Filosofi

Bos The Citizens ini sekali lagi menegaskan tidak akan mengubah pendekatannya dalam bermain.

Menyusul hasil buruk yang belakangan dialami Manchester City, manajer Pep Guardiola menjelaskan bahwa dirinya masih terus beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Namun, Guardiola juga menegaskan sekali lagi bahwa ia tidak akan pernah mengubah filosofi bermainnya.

City saat ini sudah tertinggal tujuh poin dari puncak klasemen Liga Primer Inggris setelah menelan dua kekalahan beruntun, kontra Chelsea (3-1) dan Leicester City (4-2). The Citizens juga sudah tidak merasakan kemenangan kandang di liga sejak September lalu.

Guardiola pun merefleksikan hasil-hasil negatif itu dan mengaku siap untuk belajar dari kesalahan, tapi tetap menolak untuk mengubah gaya bermain yang diyakininya. “Tidak. No way!” serunya dalam jumpa pers jelang laga kontra Watford, Rabu (14/12). “Kami akan tetap bermain dengan cara saya. Saya percaya dengan ide saya.”

Lebih lanjut, Guardiola juga menekankan pentingnya untuk selalu waspada terhadap bola-bola mati, yang dinilainya sebagai ciri khas sepakbola Inggris, terutama setelah melihat Swansea City mengalahkan Crystal Palace 5-4 pada 26 November lalu.

“Saya mulai paham sepakbola Inggris sejak saya melihat laga itu. Swansea vs Palace, sembilan gol, delapan gol di antaranya tercipta lewat set-pieces. Itulah sepakbola Inggris dan saya harus beradaptasi dengannya karena saya belum pernah mengalaminya. Anda harus bisa mengontrol situasi bola mati, dan saat ini kami masih kesulitan mengontrolnya,” sambungnya.  

“Tentu saja, saya baru enam bulan berada di sini. Jadi saya masih harus banyak belajar. Mustahil untuk mengontrol selama 90 menit, meski kami mampu melakukannya di awal musim. Bulan lalu, harus saya akui, tidak berjalan baik. Saya harus terus mengembangkan apa yang saya percayai,” tandas mantan bos Barcelona ini.