Pep Guardiola: Manchester City Tidak Memprovokasi Keributan

Guardiola membela tindakan para pemainnya yang melakukan selebrasi selepas memenangi derbi Manchester.

Pep Guardiola menegaskan Manchester City tidak melakukan tindakan provokasi apa pun sehingga sampai menyebabkan terjadinya kericuhan dengan tim rival Manchester United di lorong stadion Old Trafford, Minggu (10/12).

Seperti diketahui, selepas partai derbi yang dimenangi City 2-1 itu, muncul laporan yang menyebutkan adanya keributan besar antara pemain dan ofisial kedua tim. Kejadian ini bermula saat Jose Mourinho mengkonfrontasi para pemain City yang menurutnya terlalu berlebihan merayakan kemenangan di ruang ganti. Adu mulut hingga adu fisik pun tidak terhindarkan.

Asisten manajer The Citizens Mikel Arteta dikabarkan mengalami luka di kepalanya. Pihak kepolisian serta petugas keamanan stadion sampai turun tangan untuk melerai pertikaian yang melibatkan lebih dari 20 pemain dan staf kedua klub. Kasus tersebut kini tengah diselidiki FA.

Guardiola tidak ingin membahas lebih jauh terkait detail insiden ini. Namun ia menolak anggapan yang menyebut jika para pemainnya merayakan kemenangan secara berlebihan sehingga sampai membuat United terprovokasi.

“Tidak, tentu saja tidak. Percaya pada saya. Selebrasi kami sama seperti saat kami menang dramatis melawan Southampton. Tentu saja kami gembira. Ini adalah partai derbi, melawan rival terdekat,” kata Guardiola dalam jumpa pers jelang laga kontra Swansea City, Rabu (13/12) esok.

“Kami mencoba untuk melakukan selebrasi. Ketika kami kalah, kami akan mencoba menerima kekalahan. Tetapi ketika menang, kami akan merayakannya. Kami sudah melakukan tindakan benar dengan berselebrasi. Saya yang mendorong para pemain untuk melakukannnya, tetapi harus di dalam ruang ganti.”

“Apa yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Semoga hal semacam ini tidak akan terjadi lagi di masa mendatang,” kata eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini.

Guardiola menambahkan bahwa selebrasi para pemainnya masih berada di batas kewajaran. “Orang-orang harus memahami bahwa kami memang sedang berbahagia. Semua tim di seluruh dunia pasti akan sangat gembira ketika memenangi derbi. Kami tidak melakukan hal-hal yang aneh. Kami selalu respek pada lawan,” imbuhnya.