Performa Juan Pablo Pino Mengundang Tanda Tanya

Aji ingin mengetahui kebugaran Pino lebih detail setelah tampil melempem dalam debutnya.

Pelatih Arema FC Aji Santoso mengaku tidak tahu secara pasti mengenai kondisi marquee player Juan Pablo Pino ketika Singo Edan mengalahkan Barito Putera 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (5/5) malam WIB.

Pino dimasukkan pada babak kedua menggantikan Hanif Sjahbandi. Namun penampilan perdana pemain asal Kolombia ini tidak memuaskan. Aji pun turut heran melihat performa pemain berusia 30 tahun itu.

“Saya harus bertanya kepada dokter apakah Pino benar-benar sakit atau tidak. Saat megang bola dia lari kencang. Tapi ketika tidak menguasai bola, saya lihat wajahnya ada ekspresi kesakitan. Ada pemain lain yang kemudian menanyakan kepada saya agar dia diganti, tapi pergantian sudah habis,” terang Aji.

“Kami perlu melihat perkembangan dia sejauh ini seperti apa di Arema, karena dia sudah tanda tangan dengan kami. Yang jelas memang kami tadi susah dengan cara seperti itu. Saya memasukkan Adam Alis agar lini tengah kuat.”

Di sisi lain, Aji menyambut kesuksesan Arema sebagai satu-satunya tim yang belum kebobolan hingga pertandingan keempat. Pelatih berusia 47 tahun itu mengungkapkan kiatnya.

“Pemain belakang harus disiplin, pergeseran dan pertukaran posisi harus berjalan dengan baik. Jarak pemain di belakang harus bagus dan rapat. Alhamdulillah kami bermain rapat, meskipun tekanan dari Barito sangat bagus, sehingga Kurnia Meiga dan pemain belakang berjibaku menyelamatkan gawang Arema,” tutur Aji.

Mengenai alasan tidak menurunkan Cristian Gonzales sebagai starter, Aji menjelaskan, pemain naturalisasi ini baru mengikuti latihan dua kali.

“Kami harus melihat kondisi pemain dahulu. Gonzales mungkin akan lebih efektif jika dimainkan di babak kedua, karena baru dua kali ikut latihan,” ucap Aji.