Permainan Membaik, Arema Cronus Jajal Persekam Metro FC

Arema masih ingin mencoba alternatif skema tanpa beberapa pemain pilar yang mengalami cedera.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG
Arema Cronus masih akan melakukan satu uji coba lagi jelang libur hari raya Idul Fitri. Adalah Persekam Metro FC yang bakal dijajal oleh tim Singo Edan di Stadion Gajayana, Malang, Jumat (25/7) petang.

Asisten pelatih Arema, Joko Susilo, mengatakan pihaknya ingin kembali mencoba alternatif skema tanpa beberapa pemain pilar yang sedang mengalami cedera pada laga uji coba itu. Penggawa Arema yang saat ini masih menderita cedera adalah Ahmad Bustomi, Gustavo Lopez, dan Ahmad Alfarizi.

"Sejauh mana mereka bisa beradaptasi dengan skema baru akan terlihat. Selain itu, untuk faktor nonteknis, kami ingin mengisi waktu tidak melulu dengan latihan saja. Karena pertandingan uji coba juga difungsikan untuk menjaga atmosfer pertandingan dan menjaga kondisi fisik," ujar Joko.

Di samping itu, Joko menilai permainan Kurnia Meiga dan kawan-kawan dalam beberapa uji coba terakhir di bulan Ramadan dinilai semakin membaik. Seperti diketahui, pada periode jeda kompetisi kali ini Arema sudah beruji coba melawan King Lebur FC, timnas Indonesia U-23, dan Pusamania Borneo FC.

"Namun kami ingin lebih jauh melihat permainan anak-anak saat kondisinya sore. Sehingga besok uji coba dilakukan sore hari di Gajayana," kata pelatih kelahiran Cepu itu.

Sementara itu, panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema tidak mencetak tiket untuk laga melawan Metro FC, karena menang hajatan yang digelar di Stadion Gajayana ini digratiskan.

"Kami ingin memberikan hiburan kepada Aremania sebelum hari raya Idul Fitri. Selain selama ini laga uji coba yang digelar juga sepi dukungan," ucap Abdul Haris, ketua panpel Arema.

Sebelum laga melawan Metro FC, Arema sebenarnya dirumorkan bakal melawan klub asal Malaysia, Sarawak FA. Namun uji coba itu akhirnya batal, karena menurut manajemen Arema tidak ada kesepakatan dari sisi bisnis dari pelaksanaan uji coba itu. "Pertimbangan target penonton tidak memenuhi kriteria kami," tutup Haris. (gk-48)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.