Persekam Metro FC Ditargetkan Empat Besar Divisi Utama Liga Indonesia

Manajemen mulai tahun ini melakukan pondasi untuk bersiap di kompetisi kasta tertinggi di tahun-tahun mendatang.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter
Bupati Kabupaten Malang Rendra Kresna menargetkan Persekam Metro FC menembus empat besar Divisi Utama Liga Indonesia demi mendapatkan tiket promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim mendatang.

Menurut Rendra, dengan materi pemain yang dimiliki, sudah sepantasnya Persekam berada di empat besar. Usai menjalani separuh musim kompetisi, Persekam ada di peringkat kedua Grup 7 dengan nilai 11, terpaut tiga poin dari Persewangi yang menempati posisi puncak.

“Sudah tiga tahun kita mengikuti kompetisi Divisi Utama, targetnya selalu setengah hati, karena takut jika lolos ke ISL akan kesulitan dana. Tetapi untuk musim ini, kita ubah paradigma itu. Memang lolos ke ISL berat untuk tahun ini. Namun kita perlahan membangun pondasi yang kuat dari pendanaan hingga komponen kepengurusan agar layak,” ujar Rendra.

Rendra mengungkapkan, mengandalkan penonton datang ke stadion sebagai sumber dana akan sulit, mengingat ada tim satu kota dengan jumlah suporter besar, Arema Cronus. Namun menurut Rendra, dukungan fans datang jika tim sudah berprestasi. Di sejumlah laga kandang, Persekam hanya disaksikan sekitar 500 penonton di stadion.

“Sebagai tim kabupaten Malang, Metro FC harusnya mendapatkan dukungan dari semua pihak. Dengan dana APBD yang tidak boleh digunakan, acara seperti ini, yaitu mengundang pengusaha untuk kemudian kita ajak untuk mendanai, Insya Allah Metro akan tetap bisa mendapatkan dana. Sebagai gambaran, misalnya setiap proyek yang terjadi di kabupaten Malang pengusaha dimintai bantuan Rp10 juta, maka tahun ini ada sekitar 700 proyek, tinggal mengalikan, kita sudah dapat dana milyar,” urai Rendra.

“Jika kita punya pondasi dana yang kuat, maka kita juga akan lebih enak melakukan pembinaan untuk mewujudkan pemain yang bagus yang bisa diandalkan. Ketika prestasi itu datang, maka suporter dengan sendirinya akan menonton pertandingan kita,” kata Rendra yang juga menyatakan kalau penonton Persekam berkutat di angka 500-an saja.

Persekam telah memperkenalkan skuat mereka kepada publik pada akhir pekan kemarin. Perkenalan tim ini tergolong lambat, karena kompetisi sudah bergulir hingga paruh musim.

Manajer Persekam Eryk Armando Talla mengungkapkan, telatnya launching Persekam disebabkan padatnya agenda kompetisi. Ini juga dikarenkan pelatih Siswantoro sudah punya program untuk menyusun latihan pemain dari fisik hingga ke teknik, termasuk pengadaan uji coba. Dan program itu baru selesai ketika kompetisi akan dimulai.

"Waktu itu, manajemen sudah berdiskusi dengan pelatih. Dan hasilnya kita sulit mencari waktu kosong karena padatnya pertandingan. Saat kompetisi libur paruh musim kita baru mengenalkan komposisi skuat, dan susunan manajemen," kata Eryk.

“Kita ingin mendekatkan diri kepada warga kabupaten Malang. Tak kenal maka tak sayang. Bagaimana kalau bisa sayang kalau masyarakat saja tidak mengenal tim kita.”

Eryk menyatakan, pemilihan pemain asli Malang ini bukan karena tidak mampu membayar pemain mahal, melainkan untuk kompetisi Divisi Utama, kemampuan pemain lokal sangat bisa diandalkan. Bahkan rasa semangat khas malang yang kental membuat penggawa Persekam bermain dengan penuh determinasi.

“Secara komposisi, Metro punya 25 pemain dengan rincian, 99 persen menggunakan pemain asli kabupaten Malang. Mereka berasal dari didikan kompetisi internal, dan pemain lawas di tahun sebelumnya. Sementara satu persen itu adalah pemain dari Saparua, Ambon yang merupakan anggota TNI di mana dia berdinas di Kabupaten Malang. Jadi bisa dibilang kami ini 100 persen Malang,” tutur Eryk.

“Kita memang tidak mampu mengontrak pemain asing, namun hal itu bukan persoalan. Karena sejatinya pemain lokal Malang itu levelnya sudah nasional. Cuma, bakat dan kemampuan mereka belum terasah. Kalau bukan melalui tim ini, anak-anak berbakat dari Malang sulit mendapatkan kesempatan untuk mempertunjukkan kemampuannya. Metro FC menjadi wadah mereka bagi yang ingin menjadi pemain nasional, ini kesempatan bagus dan pemain kami tahu ini.”

Manajemen memanfaatkan launching tim untuk menggali dana. Persekam melelang jersey yang bertanda tangan Rendra Kresna. Jersey itu laku terjual dengan harga Rp7 Juta. Selain itu, Persekam juga berhasil menjual 895 jersey baru dengan harga masing-masing Rp250 ribu (gk-48)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.