Persela Lamongan Tolak Laga Di Waktu Salat Tarawih

Manajemen Laskar Joko Tingkir tidak keberatan bila mereka bermain pada pukul 21:00 WIB.

Manajemen Persela Lamongan akan mengajukan penolakan bila pertandingan mereka selama bulan puasa di Liga 1 2017 digelar pada waktu salat tarawih. Manajemen saat ini masih mengkaji draf jadwal pertandingan.

Persela akan memulai Liga 1 dengan menjalani laga tandang melawan PSM Makassar pada 17 April. Selang empat hari kemudian, Laskar Joko Tingkir menjamu Madura United FC.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya memastikan pertandingan tetap berlangsung selama bulan puasa. Asisten manajer Agus Hariono mengutarakan, mereka tidak merasa keberatan jika laga dimainkan pada pukul 21:00 WIB. Menurutnya, Persela tak ingin bermain di pukul 19:00 WIB.

“Makanya, kami akan membahas masalah itu kalau ada sesuatu yang tidak pas. Mungkin terlalu pendek jeda waktunya, atau saat puasa kan main terus, Tidak semuanya malam, ada yang jam tujuh malam, dan ada jam setengah sembilan (20:30],” tutur Agus kepada Goal Indonesia.

“Kalau jam sembilan sih kami tidak ada masalah, tapi kalau jam tujuh kan barengan dengan orang tarawih. Sebab orang Lamongan itu kan sedang ibadah, jadi kami juga mempertanggungjawabkannya ke masyarakat.”

Selain itu, manajemen juga membahas kemungkinan tim melakukan pertandingan uji coba terakhir sebelum berlaga di Liga 1. Sejumlah klub Liga 2 dijajaki untuk merealisasikan rencana itu.

“Pelatih sudah oke, tinggal menentukan siapa yang akan menjadi lawan kami. Harinya mungkin Minggu besok. Sementara tim yang sudah mengajukan tawaran itu ada Persegres [Gresik United], [Perseru] Serui, Persepam [Madura Utama], dan Mojokerto Putra,” tutup Agus.

Topics