Persepam Madura United Terdegradasi, Arcan Iurie "Shock"

Pelatih Persepam Madura United ini terjatuh di lapangan dan harus menerima bantuan oksigen usai pertandingan.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA

Persepam Madura United harus menerima kenyataan pahit setelah dipastikan terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Pada pertandingan terakhir fase grup Wilayah Timur, Persepam dikalahkan Persipura Jayapura 2-1 berkat gol Robertino Pugliara di menit-menit akhir babak kedua. Pada pertandingan lain yang dihelat bersamaan, Perseru Serui mampu menekuk tuan rumah Persela Lamongan 3-1. Laga tersebut sempat terhenti karena pergantian wasit.

Usai pertandingan, pelatih Arcan Iurie tersungkur di atas lapangan. Tim medis pun sontak memberikan bantuan oksigen kepada pelatih asal Moldova tersebut. Beruntung kejadian yang tak diinginkan tidak terjadi. Arcan dapat bangkit dan berjalan pelan ke kamar ganti pemain dengan dibantu salah seorang ofisial tim.

Nyanyian fans memberikan semangat seperti tak mampu mengobati rasa duka tim. Manajer Achsanul Qosasi termenung di dekapan para suporter. Para pemain lain terlihat menunggu-nunggu hasil pertandingan Perseru sebelum akhirnya masuk ke kamar ganti.

Saat keluar dari kamar ganti, tak ada pemain Laskar Sapeh Kerap yang bersedia diwawancarai awak media. Mereka begitu terpukul dengan kenyataan terdegradasi. Iurie dan sejumlah pemain hanya mampu berulang kali mengucapkan kata "maaf" kepada para suporter yang tetap setia mendampingi mereka. Tim melangkah gontai menuju bis yang membawa mereka pulang. Aditia Putra Dewa bahkan masih meneteskan air mata saat berjalan keluar.

Sejatinya, Persepam mampu bersaing di papan atas Wilayah Timur yang diisi tim-tim kuat seperti Persipura dan Persebaya Surabaya. Namun, performa mereka merosot drastis setelah jeda kompetisi. Selisih poin yang sangat berdekatan antartim di wilayah ini membuat posisi Persepam terus melorot ke zona degradasi.

Dari awalnya salah satu tim yang berpeluang lolos ke babak delapan besar, Persepam menjadi tim yang harus berjuang lolos dari cengkeraman degradasi. Mereka hanya mampu menambah dua poin dari lima pertandingan seusai jeda kompetisi.

Dengan hasil tersebut, Fachrudin dan kawan-kawan harus menyusul Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan Persita Tangerang yang memastikan diri berlaga di kasta kedua musim depan. Persepam harus mengucapkan selamat tinggal kepada kompetisi tertinggi sepakbola tanah air, Indonesia Super League (ISL) di musim keduanya, setelah mereka promosi pada 2012 lalu. (gk-62)

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.