Persepam Madura Utama Belum Terbendung

Laskar Sapeh Ngamok mencatat hasil sempurna di laga ketiga, sehingga memimpin klasemen Grup D.

Persepam Madura Utama masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di Grup D Piala Kemerdekaan 2015 setelah mengalahkan Persebo Bondowoso 2-0 di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (21/8).

Hasil itu membuat Persepam memuncaki klasemen Grup D usai mengoleksi nilai sembilan. Persepam unggul tiga poin dari Persekap Pasuruan, serta berselisih enam angka dengan Persatu Tuban, PSS Sleman, dan Madiun Putra.

Persepam mengawali pertandingan dengan buruk, dan tidak mampu memberikan ancaman berarti di pertahanan Persebo. Pelatih Jaya Hartono kemudian menurunkan Faris Aditama di menit-25 untuk menambah daya gedor.

Masuknya Faris memberikan perubahan permainan Persepam. Bahkan Persepam nyaris membuka keunggulan di menit ke-33, tapi bola hasil sontekan Sirvi Arvani yang mengelabui kiper Dedy Sutanto berhasil dihalau pemain belakang Persebo sebelum melewati garis gawang.

Persepam langsung tancap gas di babak kedua. Laskar Sapeh Ngamok akhirnya mampu memecahkan kebuntuan mereka di menit ke-47. Usai mengelabui barisan belakang Persebo, Qischil Gandrum Minny tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang.

Gol ini membangkitkan motivasi pemain Persepam. Rossi Noprihanis akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-59 setelah ia menuntaskan umpan yang dilepaskan Faris.

Jaya merasa senang anak asuhnya mampu mengamankan tiga poin, meski dibayangi adaptasi jadwal bertanding. Sebab, di dua laga sebelumnya, Persepam bermain malam hari.

“Saya tidak bisa menyalahkan pemain terkait kondisi tim. Mereka memang sedang beradaptasi setelah dua kali bermain malam, sekarang bermain sore. Jadwal bertanding yang hanya jeda sehari memang sedikit banyak mempengaruhi kondisi mereka juga,” ungkap Jaya.

Sementara pelatih Persebo Agus Winarno mengakui kekalahan timnya, dan kembali menyoroti kinerja barisan depan.

“Seperti di laga sebelumnya, lini depan masih memiliki masalah finishing touch yang belum terselesaikan. Gol pertama Persepam juga terjadi akibat kurangnya konsentrasi anak-anak di awal babak kedua. Padahal setelah kick-off merupakan waktu yang penting,” ujar Agus. (gk-62)

Topics