Perseru Serui Tunggu Izin PSSI Soal Turnamen Gagasan Tim Transisi

Perseru juga kesulitan untuk mengumpulkan kembali pemain dan pelatih mereka.

Manajemen Perseru Serui menuturkan tak bisa mengikuti turnamen yang digagas oleh Kemenpora melalui Tim Transisi. Sebelumnya, Tim Transisi sudah merencanakan bakal menggelar tiga turnamen dalam waktu dekat yaitu Piala Kemerdekaan, Piala Presiden, dan Piala Panglima TNI.

Rencananya, tiga turnamen itu bakal menyertakan klub-klub dari Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Manajemen tim Kuda Laut Oranye beralasan, saat ini tim mereka sudah dibubarkan. Para pemain, pelatih, dan ofisial pun sudah pulang ke kampung halamannya masing-masing. 

Pembubaran tim itu juga tak lepas dari adanya konflik antara Kemenpora dan PSSI yang berujung pada sanksi suspensi FIFA per 30 Mei lalu.

"Tim Perseru sejak bulan Mei sudah dirumahkan, sehingga apa pun bentuk turnamen yang akan digagas Menpora dan kroni-kroninya dalam waktu dekat kami tidak akan ikut. Kami cuma berharap Menpora bisa segera mencabut pembekuan PSSI agar ada kejelasan persepakbolaan kita di tanah air," kata Yan Pieter Ayorbaba, manajer Perseru kepada Goal Indonesia.

Selain itu, Ayorbaba mempertanyakan legal standing Tim Transisi bentukan Menpora yang menggagas beberapa turnamen dalam waktu dekat. Mengingat, klub-klub ISL dan Divisi Utama berada di bawah naungan PSSI.

"Dalam waktu dekat manajemen maupun pemilik klub Perseru akan rapat untuk mengambil keputusan terkait beberapa turnamen yang digagas Tim Transisi. Tetapi saya mau sampaikan, kami bisa ikut turnamen milik Pemerintah kalau ada persetujuan dari PSSI," jelasnya. 

"Yang jelas, sangat susah bagi kami mengumpulkan pemain dan tim pelatih. Sehingga kami pasrahkan kepada mereka untuk mencari klub lain," pungkasnya.(gk-56)

Topics