Persib Bandung Tetap Jamu Persipura Jayapura Di GBLA

Sementara Djanur ingin menutup jadwal padat dengan kemenangan atas Persipura.

Keinginan bobotoh mendukung Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat terpaksa harus ditunda setelah manajemen memastikan tetap memakai Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat menjamu Persipura Jayapura, Minggu (7/5) malam WIB.

Hal itu ditegaskan Persib melalui laman resmi mereka. Manajemen menyatakan, mereka telah berusaha menampung aspirasi bobotoh dan tim yang ingin bermain di Si Jalak Harupat.

“Namun karena terkait ketentuan perubahan stadion pertandingan, dan perizinan keramaian harus H-7, pihak panpel [panitia pelaksana] belum bisa memindahkan arena pertandingan ke Stadion Si Jalak Harupat,” demikian pernyataan Persib.

Sementara itu, pelatih Persib bertekad mengakhiri pekan padat dengan menaklukkan Persipura. Namun Persib kembali akan kehilangan dua pemain muda Febri Hariyadi dan Gian Zola yang harus mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-22. 

“Ini pertandingan kandang, dan siapapun lawannya kami tetap mengincar tiga poin. Meski kondisi lelah, dan minus pemain-pemain andalan, kami tetap harus berusaha. Pengaruhnya memang sangat besar, karena dua pemain ini punya kontribusi untuk tim ini,” ujar Djanur, sapaan Djadjang.

Namun kondisi itu tak dikhawatirkan manajer Umuh Muchtar. Umuh mengatakan, Billy Keraf bisa menjadi alternatif untuk mengisi posisi pemain muda. Performa pemain berusia 20 tahun ini dianggap membawa keberuntungan.

“Dia itu membawa keberuntungan buat Persib. Waktu melawan PS TNI, dia masuk dari bangku cadangan, hasilnya Persib bisa cetak dua gol. Waktu Billy diganti, kami malah kebobolan. Kemarin melawan Persegres, dia selamatkan Persib,” kata Umuh. 

“Dia mainnya sudah bagus dibandingkan dengan pemain muda lainnya, karena dalam waktu singkat dia bisa menyamai Febri. Sejauh ini pemain muda kami terus diasah. Ini sudah bikin kita semakin tenang. Mungkin, nanti kami bisa beri Billy kontrak lebih lama lagi. Itu sudah kami bicarakan, dan Billy juga nanti saya ajak bicara.”