Persijap Jepara Ingin Tetap Berjuang Dengan Skuat Minim

Yudi Suryata selaku pelatih akan pasrah bila harus terlempar ke Divisi Utama.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Persijap Jepara benar-benar dalam kondisi yang miris. Usai dibantai 4-1 oleh Persija Jakarta, di stadion Gelora Bung Karno, Senin (26/5) malam. Pelatih Persijap Yudi Suryata menyatakan bahwa timnya perlahan kian menciut.

"Saya bersyukur tim bisa datang ke Jakarta. Sebelum ke sini, hanya ada 11 pemain. Untungnya ada yang mau bergabung. Kami ke Jakarta menempuh perjalanan selama 12 jam dengan bus. Pemain pun masih kelelahan," kata Yudi usai laga.

"Saya tidak bisa mengomentari permainan. Anak-anak dalam kondisi fisik yang lelah, sekaligus juga psikis, karena persoalan hak mereka yang belum dibayarkan," tambahnya.

Persijap sendiri harus ditinggal sembilan pemain mereka lantaran gaji yang tidak terpenuhi. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat pun menambal lubang di skuat dengan beberapa amunisi dari tim U-21.

Yudi juga memaparkan bahwa mengikuti sisa kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan kekuatan yang ada saat ini jadi pilihan terbaik, ketimbang harus mundur di tengah jalan dan terlempar ke Divisi 1.

"Lebih baik mengikuti kompetisi (ISL) sampai habis dengan skuat seadanya walaupun degradasi ke Divisi Utama, daripada mundur dengan mendapat hukuman ke Divisi 1," tukas Yudi.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.