Persis Solo Kembali Gagal Raih Angka Penuh

Kegagalan mendulang kemenangan dalam dua laga di kandang membuat fans Persis mendesak Aris mundur dari kursi pelatih.

Persis Solo masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan angka penuh di Grup C Piala Kemerdekaan setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan PSIR Rembang di Stadion Manahan Solo, Selasa (18/8) malam WIB.

Hasil ini menempatkan Persis di peringkat empat klasemen sementara Grup C dengan nilai satu, di bawah PPSM Magelang, Persinga Ngawi, dan Persiba Bantul. Di laga sebelumnya, Persis menelan kekalahan 3-2 dari PPSM.

Di laga kali ini, pelatih Persis Aris Budi Sulistyo menurunkan dua striker Johan Yoga Utama dan Fery Anto. Laskar Sambernyawa berinisiatif membangun serangan sejak laga dimulai. Kerapian lini belakang Laskar Dampo Awang berhasil mementahkan serangan tuan rumah.

Dewi Fortuna sepertinya enggan berpihak kepada Persis. Lima peluang emas yang tercipta menerpa tiang gawang tim lawan yang dikawal Ghoni Yanuar. Sebaliknya, Anak-anak Rembang yang tertekan mampu menciptakan peluang emas lewat skema serangan balik.

Kans terbaik saat striker Deni Agus yang tinggal berhadapan dengan kiper Persis, Agung Prasetyo, gagal memaksimalkan peluang. Hingga laga berjalan 90 menit, skor kacamata tak berubah.

Hasil kurang memuaskan tersebut membuat fans Persis yang menyaksikan langsung di stadion merasa gerah. Mereka meneriakan agar Aris mundur dari jabatannya sebagai arsitek Laskar Sambernyawa.

Aris mengakui, posisi timnya saat ini bagaikan di ujung tanduk. Bermaterikan pemain mumpuni dan berpengalaman, penampilan Bayu Andra dkk justru tidak maksimal. Aris mengatakan, keputusan selanjutnya diserahkan ke manajemen.

“Saya akui, tekanan sebagai tuan rumah di turnamen saat ini membebani kami. Setiap laga diwajibkan menang. Tapi ini sepakbola, ada menang, kalah, dan seri. Saya berharap manajemen lebih memotivasi pemain di laga tersisa, karena itu salah satu jalan menaikkan moral anak-anak,” tutur Aris kepada Goal Indonesia.

“Para pemain sudah tampil maksimal. Meski berat, peluang kami untuk lolos masih ada. Kami akan tetap berusaha.”

Di lain pihak, raihan satu poin ini membuat senyum pelatih PSIR, Bambang 'Max' Handoyo mengembang. Dia memuji kedisiplinan para pemain di lini pertahanan.

“Kami mengakui secara kualitas Persis lebih baik dari PSIR. Anak-anak bermain tanpa beban, sehingga bisa bermain tenang. Bagi kami hasil itu tidak merugikan, karena masih ada tiga laga sisa,” kata Bambang. (gk-18)