Persis Solo Merasa Jadi Korban Pencopetan

Jajaran manajemen dan pelatih Persis merasa senang pemain tidak terpengaruh dengan keputusan Komdis.

Manajemen Persis Solo mengibaratkan sanksi pengurangan tiga poin yang diberikan komisi disiplin (Komdis) PSSI sebagai pencopetan.

Sebelumnya, Komdis menjatuhkan sanksi pengurangan tiga poin, denda, dan larangan Pasoepati, suporter Persis, untuk menonton pertandingan dalam dua laga setelah terjadi kerusuhan dalam laga PSIR Rembang vs Persis yang membuat pertandingan dihentikan. Dalam laga tersebut, Persis dianggap tidak mau melanjutkan pertandingan sehingga dinyatakan kalah WO 3-0.

Kendati demikian, hal itu tidak memengaruhi Persis untuk mengalahkan Sragen United 2-1 di Stadion Manahan Solo kemarin dalam lanjutan Grup 4 Liga 2 2017.

Tambahan tiga angka ini menempatkan Persis tetap di posisi ketiga klasemen sementara dengan 17 angka di bawah PSIR Rembang yang unggul satu poin. Mereka terpaut lima angka dari pemuncak klasemen PSIS Semarang.

Duel antara Persis dan Sragen United ini juga diwarnai bertebarannya sejumlah spanduk bertuliskan kecaman kepada PSSI. Fans Persis sangat geram dengan keputusan tersebut.

“Kami masih diberikan kemenangan dalam suasana duka. Kenapa? Karena poin kami seperti baru saja dicopet. Untuk keuntungan siapa, kami tidak tahu. Saya terima kasih kepada pemain, karena mereka masih bisa fokus,” ujar CEO Persis Bimo Putranto.

Sedangkan pelatih Widyantoro mengatakan, timnya sempat goyah saat lawan Sragen United. Para pemain merasa dicurangi dengan keputusan Komdis tersebut. Namun, Widyantoro bersyukur mereka kembali fokus di laga, dan meraih kemenangan.

“Saya akui mental anak-anak sangat luar biasa. Mereka adalah para pemenang, dan bermental juara. Kami sempat terganggu dengan keputusan Komdis tersebut, namun anak-anak ingin membuktikan jika memiliki kualitas,” kata Widyantoro.

Sementara pelatih Sragen United Jaya Hartono mengakui kekalahan timnya, walau sempat membuat Persis bertahan pada pertengahan babak pertama. Peluang emas sebenarnya tercipta di lima menit awal, namun tiga kali sepakan yang seharusnya menjadi gol tersebut masih bisa ditepis penjaga gawang Persis, Agung Prast.

“Adanya tambahan pemain baru ini membuat permainan kami lebih hidup. Persis sempat kewalahan. Anak-anak membuang sia-sia peluang emas di babak pertama dan kedua. Selebihnya, kedua tim bermain apik dan sama-sama memiliki peluang,” ucap Jaya.