Persis Solo Tak Ikut Piala Kemerdekaan

Manajemen Laskar Sambernyawa menginginkan seluruh tim Divisi Utama ikut turnamen Piala Kemerdekaan.

Manajemen Persis Solo menyatakan, Laskar Sambernyawa tidak akan ikut turnamen Piala Kemerdekaan yang dikelola tim transisi bentukan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora).

Persis sebelumnya telah menerima surat undangan mengikuti Piala Kemerdekaan yang ditandatangani sekjen tim transisi Tommy Kurniawan. Dalam surat itu, klub yang menerima undangan diberi batas waktu hingga, Kamis (25/6), untuk menyatakan kesediaan ikut turnamen.

CEO Persis Paulus Haryoto mengatakan, alasan mereka tidak ambil bagian disebabkan Piala Kemerdekaan tak langsung dikelola Kemenpora. Menurut Paulus, bila dikelola Kemenpora, mekanisme turnamen bakal ditanggung pemerintah.

“Hasil rapat kami telah memutuskan tidak menjawab surat undangan tim transisi kepada kami untuk mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan. Persis akan ikut jika penyelenggaranya pemerintah atau Kemenpora, bukan tim transisi,” jelas Paulus.

“Kami juga merasa aneh dengan surat undangan itu yang berkop Kemenpora, tapi ditandatangani tim transisi. Di surat itu juga tidak dijelaskan secara detil mengenai pelaksanaan turnamen.”

Piala Kemerdekaan ini rencananya akan diikuti klub Divisi Utama Liga Indonesia. Hanya saja, Paulus menambahkan, tidak semua klub Divisi Utama mendapat undangan.

“Ini bisa memberikan pengaruh terhadap persepakbolaan di daerah. Kami tidak mau salah langkah. Kami ingin semua tim di daerah diundang untuk membangkitkan persepakbolaan di tanah air,” imbuh Paulus.