Persis Solo Tuntut Wasit Bambang Sutiono Dihukum

Bimo berharap PSSI menjatuhkan sanksi kepada pihak yang ingin merusak sepakbola nasional.

Manajemen Persis Solo melayangkan surat protes kepada PSSI untuk mengambil tindakan kepada wasit Bambang Sutiono yang memimpin duel Laskar Sambernyawa kontra Sragen United di Stadion Taruna akhir pekan kemarin.

CEO Persis Michael Bimo Putranto mengutarakan, sejumlah poin protes telah disusun, dan disertakan dengan rekaman video. Bimo berharap PSSI mengambil tindakan tegas terhadap wasit, dan pelaku kekerasan di sepakbola.

Salah satu yang disorot adalah aksi kiper Sragen United Andi Setiawan yang mendengkul Dedi Cahyono Putro, serta pemberian kartu merah salah sasaran kepada Andriantono Oriza. Bambang memberikan kartu merah setelah manajemen menganggap wasit itu menerima bisikan dari kapten tim Sragen United Lucky Wahyu.

“Video tersebut menjadi alat bukti kami untuk mengajukan protes melalui surat resmi kepada PSSI. Terlihat jelas sekali, dan tidak ada kartu. Kiper tersebut tidak mendapatkan kartu ataupun peringatan. Kami berharap Komdis [komisi disiplin] bisa bijak. Sudah saatnya fair play ditegakkan.,” cetus Bimo.

“Kami melayangkan surat mengenai ketidakprofesionalan wasit, yaitu saudara Bambang Sutiono yang asalnya dari Malang. Kami ingin PSSI memberikan sanksi tegas kepada wasit, dan siapapun yang merusak citra sepakbola Indonesia.”

“Kami hanya ingin permainan sportif, dan tidak memihak. Seharusnya wasit bisa memimpin profesional, dan membawa sepakbola yang bermartabat.”

Sementara itu, terkait pertandingan melawan Persiba Bantul pada akhir pekan ini, Bimo berharap Persis kembali mendapatkan dukungan dari kelompok suporter Pasoepati. Manajemen Persis hingga saat ini masih menunggu kepastian dari panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persiba.

Hubungan antara fans Persis dan Persiba tidak ada masalah. Hanya saja, fans Persis kerap bergesekan dengan suporter klub lain yang berada di sekitar Bantul. Hal ini yang menjadi perhatian panpel Persiba.

“Kami masih menunggu dari panpel Persiba terkait kuota untuk Pasoepati. Kami juga menunggu apakah [Pasoepati] diizinkan atau tidak untuk datang [ke Stadion Sultan Agung]. Hubungan dengan Sleman sudah membaik, karena kami ingin membuka lembaran baru,” tutur Bimo.