Pertahanan Persela Lamongan Tak Puaskan Eduard Tjong

Kebobolan 11 gol dalam lima laga tandang membuat Edu akan membenahi sektor pertahanan sebelum putaran kedua digulirkan.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Pelatih Persela Lamongan Eduard Tjong mengaku belum puas dengan performa tim besutannya, terutama di sektor pertahanan yang dianggap mudah dibobol lawan sepanjang putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014.

Persela menutup putaran pertama dengan kekalahan telak 3-0 dari tuan rumah Putra Samarinda. Dari lima partai tandang di putaran pertama, gawang Laskar Joko Tingkir kebobolan 11 kali. Angka itu tak memuaskan Edu, Eduard.

“Dari lima laga away, gawang kami kebobolan 11 gol. Ini tentunya kurang bagus. Kami akan mengevaluasi, dan membenahi lini pertahanan agar semakin solid, dan kokoh di putaran kedua mendatang,” kata Edu saat dihubungi Goal Indonesia.

Catatan tersebut, mengacu pada torehan saat dikalahkan Persipura Jayapura 3-0, digilas Mitra Kukar 5-1, dan terakhir dijamu Pusam. Sedangkan di dua laga tandang lainnya, gawang Persela clean sheet, yakni ketika imbang tanpa gol dijamu Perseru Serui, dan mempermalukan Persiba Balikpapan 2-0.

“Pembenahan itu akan mulai kami lakukan saat kembali latihan pada 6 Mei mendatang. Usai away dari Samarinda, untuk sementara kami akan libur dulu guna memberikan waktu istirahat kepada para pemain. Lagian, jadwal bertanding kami juga masih lama,” terangnya.

Torehan away memang berbeda jauh saat melakoni laga kandang. Di Stadion Surajaya, Persela berhasil membekuk Persebaya Surabaya 3-0, menghajar PSM Makassar 3-1, menaklukkan Persepam Madura United 3-0, membungkam Persiram Raja Ampat 2-1, dan menundukkan Persiba Bantul 2-0.

“Kami memang fokus bagaimana caranya tidak sampai kehilangan poin di kandang sendiri. Sementara saat away, target kami hanyalah bisa curi poin. Tapi ini bukan alasan. Kami tetap akan benahi lagi sektor pertahanan, dan tingkatkan ketajaman barisan depan,” papar Edu.

Hal senada diungkapkan Didik Ludiyanto. Asisten pelatih Persela ini tak ingin menyalahkan pemain Laskar Joko Tingkir kala ditaklukkan Pusam di laga terakhirnya, meski sebelumnya membukukan kemenangan Persiba.

“Sekarang yang utama adalah melakukan evaluasi jelang putaran kedua. Tak ada gunanya menyalahkan satu, atau dua pemain, baik kekalahan maupun kemenangan harus ditanggung bersama. Semua harus bertanggung jawab atas hasil yang didapatkan oleh tim,” beber Didik. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.