Petinggi Madura United Dihukum Komdis PSSI

Sanksi larangan memasuki stadion juga diberikan kepada manajer Bhayangkara FC dan Persika Karawang.


OLEH   DONNY AFRONI

Dua petinggi Madura United mendapatkan sanksi larangan masuk ke stadion dengan jumlah bervariasi dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, karena dianggap terlibat dalam kericuhan pascalaga melawan Borneo FC pada 12 Oktober lalu.

Tim Madura United sebelumnya sudah mendapatkan sanksi larangan menjamu lawannya di kandang, dan harus menjalani pertandingan usiran sebanyak empat kali, dua diantaranya di laga kandang melawan Bhayangkara FC dan Barito Putera.

Dalam putusannya, Komdis menghukum direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq Abdurrahim berupa larangan memasuki stadion di sepuluh laga, serta denda sebesar Rp50 juta, karena terbukti masuk ke dalam lapangan, serta menendang wasit, juga mengenai Asisten Wasit.

Sanksi tak jauh berbeda juga didapat Umar Wachdin. Hanya saja, secretary corporate PT PBMB ini mendapat hukuman lebih ringan, yakni larangan masuk ke stadion di lima pertandingan, serta denda Rp25 juta. Hukuman serupa didapat salah satu ofisial, Ali Fachmi.

Sedangkan adanya aksi pemukulan terhadap wasit oleh seseorang yang tidak teridentifikasi membuat klub menanggung sanksi denda Rp25 juta.

Selain petinggi Madura United, manajer Bhayangkara FC Sumardji tak luput dari sanksi akibat ulahnya mendatangi dan mendorong asisten wasit dengan menggunakan dada saat dijamu Barito Putera pada 15 Oktober. Sumardji dihukum larangan masuk ke stadion di lima pertandingan, serta denda Rp75 juta.

Berikut putusan Komdis lainnya:

1. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSM Makassar dikenakan denda Rp33,75 juta setelah suporter melakukan pelemparan ketika menjamu Persib Bandung pada 15 Oktober.

2. Manajer Persika Karawang Rakhmat Gunadi dihukum larangan memasuki stadion di dua pertandingan, serta denda Rp30 juta, karena mendatangi, mengejar, dan berusaha melakukan percobaan pemukulan terhadap asisten wasit.

3. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persebaya Surabaya didenda Rp67,5 juta, karena suporter melakukan pelemparan dan merusak pintu masuk saat menghadapi Kalteng Putra.

4. Superoter PSMS Medan dilarang memasuki stadion sebanyak empat kali, dan klub dikenakan denda Rp30 juta, karena terlibat saling lempar yang menimbulkan korban jiwa setelah pertandingan melawan Persita Tangerang.

5. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persita Tangerang harus menggelar satu laga tanpa penonton, serta dendar Rp22,5 juta, karena suporter melakukan pelemparan terhadap fans PSMS Medan, sehingga memicu aksi saling lempar yang menimbulkan korban jiwa.

6. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSPS Riau dikenakan denda Rp30 juta akibat ulah suporter yang melakukan pelemparan ketika melawan Cilegon United.

7. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persik Kediri dijatuhi denda Rp15 juta akibat suporter melakukan pelemparan saat menghadapi Yahukimo FC.

 

Footer Goal Indonesia Instagram