Piala Presiden 2018 Resmi Digelar Tanpa Sambutan Presiden

Partai antara Persib Bandung sebagai tuan rumah Grup A, menghadapi Sriwijaya FC, menandai dimulainya Piala Presiden.


OLEH   FARABI FIRDAUSY


Piala Presiden 2018 resmi dibuka, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (16/1) petang, dengan laga antara tuan rumah Persib Bandung dan Sriwijaya FC mengawali turnamen pramusim resmi ini. Hadir pula sederet Menteri Republik Indonesia, mulai dari Menpora Imam Nahrawi hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Maruar Sirait selaku ketua Steering Committee (SC) memberikan sambutan dengan menyampaikan laporan visi dan misi dari turnamen yang sudah memasuki edisi ketiga ini. Ara, sebagaimana Maruarar akrab dipanggil, menegaskan bahwa Piala Presiden bersih dari penggunaan uang negara, baik itu APBN, BUMN dan sejenisnya.

“Acara ini sesuai dengan arahan Presiden, harus fair play, tidak ada pengaturan skor. Kalau sampai ada pengaturan skor, akan kami hukum [pelakunya] seberat-beratnya,” beber Ara, yang kemudian disambut oleh puluhan ribu suporter yang memadati stadion dan mayoritas adalah Bobotoh (pendukung dari Persib).

Ara pun memastikan, bahwa turnamen ini tetap mengedepankan transparansi keuangan seperti dua edisi sebelumnya. “Meski tidak menggunakan uang dari negara, namun turnamen ini akan menjadi contoh transparansi keuangan,” ucap pria 48 tahun asal Medan, Sumatera Utara tersebut.

Meski bertitel Piala Presiden, namun Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan sambutan sebelum kick-off laga Persib kontra Sriwijaya. Padahal, pada dua Piala Presiden sebelumnya, Jokowi selalu memberikan sambutan pembuka dan menendang bola sebagai simbolis turnamen resmi digelar.

Memasuki tahun ketiga, Piala Presiden sendiri sudah menghasilkan dua tim juara berbeda. Pada edisi pertama yang dihelat 2015, Persib keluar sebagai juara. Lalu pada 2017 kemarin, Arema FC berhasil mengangkat trofi Piala Presiden setelah sukses menumbangkan Borneo FC II pada partai final dengan skor akhir, 4-1.

 

Topics