Pidato Nyeleneh Jose Mourinho Olok-Olok Rival Chelsea

Dalam acara penutup akhir musim yang digelar klubnya, The Special One melontarkan pidato yang menyindir Manchester United, Manchester City, dan Arsenal.

Setelah Louis van Gaal berpidato nyeleneh dalam acara tutup musim Manchester United beberapa waktu lalu, kini giliran Jose Mourinho yang melakukan hal serupa.

Dalam acara malam penghargaan Chelsea di Battersea Evolution, London, Selasa (26/5) malam waktu setempat, Mourinho, dengan nada bercanda, mengejek para rival The Blues di Liga Primer Inggris seperti Manchester United, Manchester City, dan Arsenal.

Ditemani oleh layar raksasa yang berisikan gambar untuk mendukung ceritanya, Mourinho mulai bercerita, “Para pemain saya tidak mendapat respek yang semestinya dari hari pertama hingga hari terakhir. Kini, izinkan saya menceritakan kisah fiksi ini.”

“Ini adalah sebuah lapangan permainan dengan dua gawang, namun ada satu tim [layar memunculkan susunan tim dengan seragam berwarna merah] yang bermain tanpa kedua gawang. Tim ini bermain sangat baik, dan bola berputar-putar terus di antara para pemain, dan kualitas penguasaan bola mereka sungguh baik, tetapi mereka tidak mencetak gol. Mereka lalu meminta FIFA supaya mereka bisa menang dengan cara seperti ini, namun FIFA menolak ide itu. Penguasaan bola yang lebih besar tidaklah penting untuk memenangkan laga sehingga mereka tidak menjadi juara.”

“Lalu ada tim lain [layar memunculkan tim dengan seragam berwarna biru langit]. Kali ini, hanya ada satu gawang di lapangan. Mereka lalu mencetak banyak sekali gol, namun mereka tidak pernah kebobolan karena mereka tidak memiliki gawang. Mereka juga berbicara kepada FIFA dan FIFA menolak ide mereka karena hanya ada satu gawang.”

“Setelah itu muncul tim ketiga [dengan seragam berwarna merah dan lengan berwarna putih]. Mereka ingin bermain dengan dua gawang. Mereka mencetak gol-gol indah, namun juga kebobolan. Tapi, mereka meminta kepada FIFA untuk bermain hanya antara bulan Januari dan April. Mereka pun diberi tahu ‘tak mungkin begitu. Anda harus bermain antara Agustus dan Mei’. Jadi mereka tak bisa menjadi juara.”

Di penghujung pidatonya, Mourinho akhirnya menceritakan timnya sendiri. “Pada akhirnya, ada satu tim ini [dengan seragam warna biru]. Mereka ingin bermain dengan peraturan normal dan mereka tahun bahwa dalam setiap laga mereka harus mencetak satu gol lebih banyak ketimbang lawan. Mereka mencetak gol, tetapi juga kebobolan, dan terkadang mereka memarkir bus,” tutup Mourinho yang langsung disambut gelak tawa penonton.  

Chelsea menjadi juara Liga Primer Inggris 2014/15 setelah memuncaki klasemen sejak matchday pertama hingga matchday terakhir.