Pieter Rumaropen Akui Sadar Bermain Dalam Masa Hukuman

Pieter menuturkan bermain karena diyakinkan manajemen Persiwa bahwa dirinya sudah disahkan PT Liga.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Penggawa Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen, telah dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Rabu (14/1) petang. Pemanggilan ini terkait protes yang dilakukan Martapura FC soal status gelandang asal Papua itu yang sudah dimainkan dalam laga Divisi Utama 2014, padahal masih dalam masa sanksi komdis.
Sebelumnya, Pieter terkena sanksi komdis seumur hidup lantaran memukul wasit dalam laga Pelita Bandung Raya kontra Persiwa di Indonesia Super League 2013. Namun, hukuman itu diringankan Komisi Banding PSSI menjadi hanya satu tahun.
Nah, Pieter mengakui sudah diturunkan tim Badai Pegunungan sejak kompetisi Divisi Utama 2014 digelar pada April 2014. Padahal, sanksinya baru habis pada 23 Mei 2014. "Saya sadar dan tahu kalau hukuman saya belum berakhir. Tapi, manajemen bilang saya sudah disahkan PT Liga Indonesia. Hukuman saya juga cuma di ISL, bukan di Divisi Utama karena itu saya main," kata Pieter, usai sidang komdis, Rabu (14/1).
Pemain berusia 31 tahun itu mengungkapkan memang belum melihat surat pengesahan dari PT Liga secara langsung. Dia hanya diyakinkan oleh manajer Persiwa, Agus Santoso, bahwa statusnya sudah aman.
"Kalau tahu itu salah, saya tidak mungkin main. Tapi, manajemen meyakinkan saya, maka itu saya mau main," jelasnya.
"Jangan sampai saya dapat hukuman lagi, sudah cukup saya dihukum dulu. Saya ingin bermain lagi," harapnya.

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.