Pita Hitam Persib Bandung Untuk Ricko Andrean

Kapolrestabes Bandung bergerak cepat untuk menuntaskan kasus Ricko dan telah memiliki lima saksi.

Meninggalnya salah satu Bobotoh, Ricko Andrean, akibat dikeroyok oknum Bobotoh yang menyangka korban merupakan The Jakmania di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menyisakan duka yang mendalam.

Segenap pemain dari tim berjuluk Persib Bandung pun berduka dan siap menggunakan pita hitam sebagai simbol duka yang mendalam untuk korban tak bersalah tersebut. Pita itu disiapkan untuk laga kontra Perseru Serui dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-17.

Laga tersebut akan digelar di Stadion Marora, akhir pekan ini. "Kami akan siapkan pita hitam. Kami juga akan bicarakan dengan perangkat pertandingan juga. Kami juga berduka dengan kabar ini," kata Herrie Setyawan, caretaker Persib.

Sementara itu, kapten Persib Atep juga turut menyampaikan rasa dukanya dan berharap keadilan untuk Ricko, yang juga disebut melindungi The Jakmania yang nekat hadir ke laga Persib kontra Persija di GBLA.

"Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Ini harus jadi yang terakhir. Semoga, pelakunya minimal meminta maaf kepada keluarga juga," beber Atep dikutip laman resmi klub.

"Saya berharap tak ada lagi kejadian serupa. Karena sepakbola bukan alat untuk memecah, tapi sepakbola adalah pemersatu," tandas eks Persija itu.

Pihak Kapolrestabes Bandung langsung bergerak cepat terkait kasus Ricko usai yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhir, Kamis (27/7) kemarin. Pelaku penganiayaan Ricko tengah dalam pencarian.

"Setelah proses pemakaman kita langsung mempercepat proses investigasi. Kita akan usut sampai tuntas siapa pelakunya," tegas Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Drs. Hendro Pandowo M.Si.

"Semua pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Kita sudah punya lima saksi mata. Kita doakan semua pelaku segera tertangkap," sambung Hendro.

"Menurut kronologis, kejadian bermula saat almarhum berniat melerai yang sedang berkelahi. Tapi, akhirnya malah dikeroyok dan meninggal. Sangat disayangkan, niat baik malah berujung seperti itu," tukas Hendro.