Popularitas Timnas Filipina Dorong Perkembangan Pembinaan Usia Dini

Kehadiran para pemain keturunan di skuat The Azkals membawa dampak positif bagi perkembangan sepakbola Filipina secara keseluruhan.


GOAL OLEH    ERIC NOVEANTO     Ikuti di twitter


Sepakbola selama ini kurang mendapat perhatian dari pelaku maupun masyarakat Filipina pada umumnya yang lebih tertarik untuk mengikuti perkembangan olahraga bola basket yang memang populer di negeri tersebut.

Namun belakangan, kebijakan Federasi Sepakboa Filipina (PFF) yang memanggil para pemain keturunan yang tersebar di mancanegara membuahkan hasil dengan adanya peningkatan prestasi maupun popularitas sepakbola mereka.

Seperti diketahui, Filipina kini menjelma sebagai salah satu kekuatan sepakbola Asia Tenggara, terbukti dengan keberhasilan mereka lolos ke semi-final tiga edisi Piala AFF terakhir (2010, 2012 dan 2014) serta mencatatkan peringkat FIFA tertinggi dalam sejarah (115) pada Mei tahun ini.

Dengan meningkatnya prestasi The Azkals -- julukan timnas Filipina -- secara tak langsung membuat popularitas olahraga tersebut meningkat drastis dan memberikan dampak bagi perkembangan pembinaan usia dini. Hal itu rupanya mendapat respons positif dari Percy Guarin selaku pimpiman federasi wilayah Cagayan-Misamis Oriental.

 


SIMAK JUGA
Tatap Piala AFF 2016, Filipina Perbanyak Laga Uji Coba
Pelatih Filipina Waspadai Ancaman Balas Dendam Indonesia
Thomas Dooley Yakin Filipina Tembus Semi-Final

 

"Popularitas the Azkals, yang dimulai pada 2006 lalu ketika Phil dan James Younghusband, serta beberapa pemain keturunan lainnya bergabung, telah mendongkrak pertumbuhan sepakbola Filipina tak hanya di level usia dini namun juga meningkatnya dukungan dari para suporter," tutur Guarin kepada Manila Times.

"Media perlahan mulai memperhatikan [peningkatan popularitas sepakbola] dan bahkan mulai ambil bagian dalam menyebarkan sepakbola ke seluruh masyarakat Filipina di sini maupun mancanegara."

Lebih lanjut, Guarin juga memuji kinerja presiden PFF, Mariano Araneta yang dinilainya sudah bekerja maksimal dalam mempromosikan sepakbola ke seluruh penjuru Filipina, baik dalam hal pembinaan usia dini serta edukasi bagi para pelatih dan wasit.

"PFF di bawah kepemimpinan Araneta memiliki visi yang hebat, komitmen serta rasa cinta pada sepakbola Filipina dan telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam rangka menumbuhkan sepakbola di setiap wilayah yang terdiri dari 33 anggota federasi," tandasnya.

Filipina untuk kali pertama akan menjadi tuan rumah fase grup Piala AFF tahun ini bersama dengan Myanmar pada November mendatang, menggelar Grup A yang terdiri dari juara bertahan Thailand, Singapura dan Indonesia.

 

 

Topics