Presiden DFB Mengundurkan Diri

Wolfgang Niersbach menegaskan dirinya bersih dari segala keterlibatan dalam isu skandal suap Piala Dunia 2006 dan siap ikut membantu investigasi.

Wolfgang Niersbach telah resmi melepaskan jabatannya sebagai presiden asosiasi sepakbola Jerman (DFB) pada Senin (9/11).

Dalam pernyataan resminya, Niersbach mengaku keputusan ini diambil demi melindungi DFB menyangkut tuduhan memenangi hak sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006 lewat cara kotor, dan ia menegaskan kesiapan untuk turut berkontribusi dalam investigasi bila memungkinkan.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pada 3 November lalu pihak berwenang merazia markas DFB di Frankfurt plus rumah para petingginya, termasuk Niersbach, pendahulunya Theo Zwanziger, serta eks sekretaris jenderal Horst Schmidt. Ini dilakukan sebagai bagian dari investigasi atas tuduhan praktik suap yang dilakukan DFB demi menjadi tuan rumah Piala Dunia sembilan tahun silam.

Sehubungan dengan ini, kubu DFB telah menyatakan tidak akan menghalangi kepolisian dan jaksa untuk terus mengusut kasus ini, dan sekarang Niersbach, yang menyangkal segala tuduhan di level personal, meletakkan posisinya demi kepentingan lembaga.

"Saya di sana sejak hari pertama bidding untuk Piala Dunia 2006, hingga dokumentasi akhir dari dongeng musim panas itu, dan telah bekerja selama bertahun-tahun ini tidak hanya dengan gairah besar tapi selalu dengan bersih, percaya diri, dan benar," demikian Niersbach dalam pernyataannya.

"Saya bisa mengatakan dengan hati nurani jernih bahwa sama sekali tak ada tuduhan yang bisa dikenakan kepada saya secara personal."

"Lebih menyedihkan dan menyakitkan bagi saya untuk dihadapkan dengan prosedur sembilan tahun kemudian terkait masa ketika saya tidak terlibat. Saya katakan sekali lagi, dengan sangat tegas, bahwa saya tak mengetahui latar belakang dari aliran dana tersebut."

"Untuk melindungi DFB dan kantor, saya mundur dengan berat hati sebagai presiden DFB. Meski demikian, saya akan mengontribusikan apa pun untuk penjelasan komprehensif dari proses ini."

 

Topics