Prestasi & Kontroversi Cuneyt Cakir, Wasit Final Liga Champions 2015

Di tangan wasit asal Turki ini, laga Barcelona dan Juventus di Berlin digantungkan.


GOALOLEH   TAUFIK BAGUS


Cuneyt Cakir ditunjuk Komite Wasit UEFA untuk memimpin laga penting antara Juventus dan Barcelona pada final Liga Champions 2015 di Berlin pada akhir minggu ini.

Kepercayaan UEFA kepada wasit asal Turki tersebut tak bisa dilepaskan dari jam terbang dan pengalamannya memimpin laga penting di kalender kompetisi Eropa bahkan dunia.

Total, Cakir sudah memimpin 70 laga UEFA. Sementara di musim ini, ia sudah dipercaya memimpin tiga laga Liga Europa dan empat partai Liga Champions, termasuk di antaranya leg pertama 16 besar antara Paris St Germain dan Chelsea di Prancis.

Untuk mendampinginya, UEFA menunjuk Bahattin Duran dan Tank Ongun sebagai asistennya, sementara peran wasit keempat diberikan kepada Jonas Erikssson dari Swedia dengan dua asisten wasit tambahan Huseyin Gocek dan Bans Simsek.

Komite wasit UEFA juga mempersiapkan Mustafa Emre Eyisoy sebagai asisten wasit pengganti untuk laga tersebut.

Meski pengalaman dan jam terbang Cakir cukup tinggi, tak sedikit yang meragukan apakah wasit 38 tahun itu bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Pria kelahiran Turki, 23 November 1976 tersebut memulai debutnya di kompetisi antarklub Eropa sebagai asisten wasit keempat pada kualifikasi babak pertama antara Skonto FC dan Sliema Wanderers FC pada Juli 2003.

Sejak itu, Cakir beberapa kali dipercaya memimpin laga di level junior, seperti kejuaraan Piala Eropa U-19 di Austria pada 2007.

Debut internasionalnya adalah saat memimpin dua laga Piala UEFA 2008/09, di antaranya FC Twente dan FC Schalke pada Desember 2008.

Sementara di level Liga Champions, debut Cakir terjadi pada 29 September 2010 di fase grup dengan Rubin Kazan menghadapi Barcelona, pada laga yang berkesudahan 1-1.

Kiprahnya mulai menyita perhatian ketika memimpin babak 32 besar Liga Europa antara Manchester City dan Dynamo Kiev pada 17 Maret 2011. Pada laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan City tersebut, Cakir mengusir keluar Mario Balotelli dan mencabut delapan kartu kuning.

John Terry juga pernah menjadi korban dari ketegasan Cakir, yaitu pada 24 April 2012 kala Chelsea menyingkirkan Barcelona di semi-final, di mana bek Chelsea tersebut dikartu meraih di babak pertama.

Namun insiden yang sempat merusak citra baiknya sebagai wasit bagus adalah ketika memimpin laga antara Real Madrid dan Manchester United dua tahun lalu.

Pada 5 Maret 2013, Cakir dipercaya memimpin laga 16 besar antara kedua tim. Ia mengeluarkan kartu merah langsung untuk Nani di laga tersebut. Pemain Portugal itu dianggap melakukan pelanggaran kasar dengan mengangkat kakinya terlalu tinggi saat berebut bola dengan Alvaro Arbeloa.

Keputusan Cakir tersebut pun langsung mendapat respon keras dari pemain United dan juga manajer Sir Alex Ferguson pada waktu itu, yang sampai mencak-mencak di pinggir lapangan.

Manchester United akhirnya tersingkir dari Liga Champions karena laga tersebut dan Cakir mendapat rapor merah karenanya.

Tapi terlepas dari kontroversi tersebut, Cakir menjadi wasit paling pantas memimpin duel Juventus kontra Barcelona di Olympiastadion akhir minggu ini.

Get Adobe Flash player

 

Topics