PREVIEW Final Piala Liga: Chelsea - Tottenham Hotspur

Jose Mourinho berupaya melestarikan tradisi “musim kedua selalu lebih baik” ketika Chelsea besutannya bentrok dengan Tottenham, Minggu (1/3).

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Jika ada manajer atau pelatih yang selalu mengalami grafik peningkatan ketika melatih klub di musim keduanya, maka dialah Jose Mourinho. Pria asal Portugal itu memang terkenal dengan omongannya yang besar dan sensasional namun tetap berbanding lurus dengan hasil yang ia raih. Apalagi jika menyangkut prestasi di musim kedua.
Mourinho sudah membuktikannya bersama Porto dan Internazionale dengan sukses membawa klub Portugal dan Italia itu menjadi juara Liga Champions di musim keduanya ia melatih. Di Real Madrid pun demikian ketika Mourinho sukses meruntuhkan dominasi Barcelona di La Liga Spanyol. Dan kini, tradisi itu diharapkan Mou bisa berlanjut bersama klub yang dicintainya, Chelsea.

The Special One melakoni rezim keduanya di Chelsea pada musim 2013/14. Sayang, dalam musim perdananya kembali ke Stamford Bridge itu, ia tidak mempersembahkan satu trofi pun. Untungnya, pertanda bahwa “musim kedua selalu lebih baik” mulai tampak di musim 2014/15.
"Musim kedua merupakan waktu yang tepat untuk berevolusi, untuk peningkatan, dan untuk memulai dengan kondisi yang benar. Musim lalu, kami jauh dari kata sempurna, namun sekarang kami merupakan tim yang lebih baik," tutur Mourinho di awal musim ini.
Ya, dengan komposisi skuat yang lebih baik dan performa yang lebih stabil ketimbang musim lalu, Chelsea saat ini sedang nyaman memuncaki klasemen Liga Primer Inggris, punya posisi bagus di fase knock-out Liga Champions, dan tinggal selangkah lagi mencium trofi Piala Liga.
Khusus yang terakhir, Mourinho tak perlu menunggu lama untuk mewujudkannya karena ia dan skuatnya akan segera berlaga di final menghadapi rival sekota, Tottenham Hotspur, Minggu (1/3) malam WIB besok di Wembley.
Ini adalah kunjungan pertama Mourinho ke Wembley sejak terakhir kali membawa Chelsea juara ganda, Piala FA dan Piala Liga, pada musim 2006/07. Untuk itu, ia mewanti-wanti timnya agar jangan sampai kalah di laga yang menentukan ini. “Itu adalah final yang harus kami mainkan sekaligus kami menangkan,” tuturnya.
“Saya hanya memikirkan laga ini. Ini adalah momen terbesar saya sejak datang kemari pada Juli 2013. Kami sedang berupaya membangun generasi baru di klub dan ingin membuat laga-laga di Wembley menjadi sesuatu yang normal. Kami akan mencoba terus berada di Wembley setiap tahunnya.”
Namun di laga ini, Mourinho tidak bisa memainkan Nemanja Matic dan pelapisnya, John Obi Mikel. Matic sedang menjalani hukuman dua laga akibat kartu merah langsung yang ia terimanya pekan lalu saat bermain imbang 1-1 kontra Burnley, sedangkan Mikel harus menjalani operasi untuk menyembuhkan lututnya.
Di kubu Tottenham, praktis Mauricio Pochettino tidak dipusingkan dengan masalah cedera. Namun waktu istirahat yang lebih sedikit -- setelah disingkirkan Fiorentina di babak 32 besar Liga Europa, Kamis (26/2) lalu -- bisa mengecilkan ambisi Spurs untuk mengejutkan The Blues.
Namun Tottenham tetap punya bekal berharga. Harry Kane dkk. diharapkan masih ingat caranya mengalahkan Chelsea, seperti yang mereka tunjukkan ketika menghujani gawang Thibaut Courtois sebanyak lima gol pada Tahun Baru kemarin.
Tepat pada 1 Januari lalu, Tottenham mampu menunjukkan tajinya atas Chelsea dengan sukses menggasak rival sekotanya itu dengan skor 5-3. Harry Kane menjadi bintang lewat torehan dua gol.

Prediksi Goal Indonesia: Chelsea 2-1 Tottenham Hotspur

//

Topics