PREVIEW Grup C: Jepang - Yunani

Setelah kalah di pertemuan pertama, kedua tim sadar cuma kemenangan yang bisa menghidupkan impian melangkah jauh di Piala Dunia.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter

Yunani dan Jepang akan bertemu, Jumat (20/6) pagi WIB, di Natal dan kedua tim membidik kemenangan demi membuka peluang menembus babak 16 besar menyusul kekalahan di laga pembuka melawan Kolombia dan Pantai Gading.

Terkenal dengan kekuatan lini belakang, Yunani justru bermain terbuka di laga perdana. Tak heran jika Yunani sudah kebobolan sejak menit kelima dan tambahan dua gol lainnya di babak kedua. Meski demikian Giorgios Samaras menegaskan tim Fernando Santos tak perlu mengubah gaya bermain.

“Saya tahu apa yang diharapkan semua orang terhadap Yunani: kami akan memiliki 11 pemain di belakang, bertahan, bertahan, bertahan dan memberikan semuanya untuk menjaga clean-sheet. Tapi saya pikir yang mereka lihat adalah tim yang senang menyerang, melakukan pergerakan dengan sangat baik, dan yang selalu berusaha menciptakan peluang,” ujar Samaras kepada Fifa.com.

“Kami bermain keluar untuk menang melawan Kolombia dan filosofi itu tidak akan berubah.

Sementara itu, Jepang tampil lebih baik setelah Keisuke Honda mencetak gol cantik di babak pertama. Sayang, mereka kesulitan menjaga stamina melawan Pantai Gading. Saat Didier Drogba masuk ke lapangan, beberapa menit kemudian mereka membalikkan keadaan lewat gol Wilfried Bony dan Gervinho.

Pelatih Alberto Zaccheroni menegaskan setelah kekalahan tersebut dia akan melakukan perubahan radikal di skuat untuk pertandingan yang dihelat di Arena das Dunas, tapi Honda menilai juara Asia hanya perlu fokus terhadap kekuatan sendiri.

“Penguasaan, itu kekuatan kami. Ketika kami menguasai bola kami hanya perlu mempertahankannya dan tidak membiarkannya pergi dengan mudah. Saat kami kehilangan bola kami harus segera memberikan tekanan. Itu filosofi kami.

Lebih lanjut, penggawa AC Milan juga mengajak kompatriotnya untuk tidak silau dengan nama besar Yunani. Honda merasa Samurai Biru menaruh respek berlebihan kepada Pantai Gading yang menyebabkan mereka kalah, sesuatu yang tidak boleh terulang pada matchday kedua.

“Saya pikir beberapa hal menyebabkan (kekalahan) tapi terutama kami mungkin terlalu hormat pada lawan,” aku pemain kelahiran 28 tahun silam.

“Itu artinya kesadaran kami untuk mengambil kekuatan lawan mungkin lebih besar dibandingkan menunjukkan kekuatan sendiri.

“Ya, bermain agresif adalah sesuatu yang telah kami bangun dan ini dan fundamental untuk kepercayaan diri kami. Ada beberapa pemain berbahaya di Pantai Gading dan juga Yunani dan kami harus menunjukkan respek kepada mereka, tapi lebih tidak tidak menunjukkannya berlebihan.”

Perkiraan pemain

Jepang: Kawashima; Uchida, Yoshida, Morishige, Nagatomo; Endo, Yamaguchi; Okazaki, Honda, Kagawa; Osako

Yunani: Karnezis; Torosidis, Sokratis, Manolas, Holebas; Fetfazidis, Kone, Maniatis, Katsouranis, Samaras; Mitroglou

Prediksi Goal Indonesia: Jepang 2-1 Yunani

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics