PREVIEW Grup G: Ghana - Amerika Serikat

Kedua tim selalu bertemu dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, di mana Ghana memetik kemenangan selalu menang atas Amerika Serikat dengan skor 2-1, bagaimana dengan tahun ini?

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Ghana dan Amerika Serikat akan bertemu di Arena das Dunas untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Dunia, rivalitas yang sejauh ini masih didominasi oleh The Black Stars.

Pada 2006, tim Afrika itu menang dengan skor 2-1 di pertandingan terakhir babak grup untuk memastikan lolos ke babak gugur, dan juga menyingkirkan Amerika Serikat. Empat tahun kemudian, skor 2-1 kembali terulang di babak 16 Besar.

Kali ini, kekalahan tidak akan membuat salah satu dari kedua tim tersingkir, namun melihat lawan mereka selanjutnya adalah Jerman dan Portugal, maka pertandingan ini jelas wajib dimenangkan untuk mejaga peluang lolos ke babak berikutnya di grup maut ini.

Empat tahun setelah nyaris menjadi tim Afrika pertama yang melaju ke semi-final, Ghana mempertahankan kebanyakan skuat 2010 dan gaya permainan yang sama: Solid di lini belakang dan berbahaya dalam serangan balik, namun masih kurang kreativitas dalam lini tengah.

Pelatih Kwesi Appiah akan memainkan formasi 4-2-3-1 di mana pemain kunci akan bermain sebagai bek kiri. Kwadwo Asamoah sebelumnya diyakini akan menjadi playmaker bagi The Black Stars, tetapi ia dikembalikan posisinya sebagai bek sayap di Juventus.

Dia masih bermain sebagai sayap kiri, tetapi itu tampaknya tempat untuk Jordan Ayew, yang mencetak hat-trick melawan Korea Selatan dalam laga uji coba terakhir Ghana. Saudaranya, Andre, akan bermain di sisi kanan.

Di belakang striker Asamoah Gyan, Kevin-Prince Boateng lebih berperan sebagai pembantu serangan daripada sebagai playmaker sejati. Michael Essien dan Sulley Muntari akan berduet di lini tengah yang tampak solid, meski kedua pemain tersebut tidak berada dalam puncak karir mereka.

Jonathan Mensah dan John Boye menampilkan duet yang kokoh di lini belakang dalam beberapa pertandingan terakhir, dengan Harrison Afful kemungkinan besar akan tampil sebagai bek kanan, meski dia bisa berpindah ke kiri jika Appiah memutuskan untuk memakai Asamoah sebagai gelandang. Adam Kwarasey akan menjadi kiper utama.

Di sisi lain, pelatih Jurgen Klinsmann juga membuat kejutan ketika dia meninggalkan Landon Donovan dari skuat Piala Dunia, tetapi keputusan yang lebih signifikan mungkin keputusannya untuk mengubah formasi dalam empat laga uji coba terakhir menjadi sistem 4-4-1-1 dengan lini tengah diamond, sebuah hal yang jarang di antara tim-tim di Brasil.

Formasi ini membuat Michael Bradley bisa lebih fokus dalam membantu serangan, bergabung dengan Clint Dempsey untuk mendukung striker Jozy Altidore. Masing-masing pemain tersebut memiliki ancaman besar bagi setiap gawang lawan.

Kyle Beckerman tampaknya akan dipercaya sebagai gelandang bertahan, dengan Alejandro Bedoya dan Jermaine Jones atau Graham Zusi di belakang Bradley. Namun, mempertimbangkan kekuatan rival di grup, Jones yang lebih seimbang bisa menjadi opsi yang lebih baik dari Zusi. Kiper Tim Howard akan menjadi andalan di belakang empat bek yang masih kesulitan ditentukan opsi terbaiknya.

Geoff Cameron dan Matt Besler kerap tidak bermain bersama di jantung pertahanan, sementara Fabian Johnson dan DeMarcus Beasley, dua pemain serba bisa, juga tidak sangat nyaman bermain sebagai bek sayap, mereka akan mampu memberi dukungan bagus dalam melakukan serangan, tetapi cukup diragukan ketika harus menjaga daerahnya.

Prediksi Goal Indonesia: Ghana 2-2 Amerika Serikat.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics