PREVIEW Indonesia Super League 2014: Persebaya Surabaya - PSM Makassar

Rahmad antisipasi hadirnya sejumlah pemain baru di PSM, sedangkan Juku Eja ingin membalas kekalahan di putaran pertama.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA
Pelatih Persebaya Surabaya Rahmad Darmawan mewaspadai kekuatan baru PSM Makassar ketika kedua tim saling bentrok di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (20/5), di lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014.

Menurut Rahmad, dari pengamatannya, PSM kini mulai tampak lebih kuat dari sebelumnya, karena masuknya beberapa muka baru. Setelah mencoret Mario Costas dan Robertino Pugliara, PSM memperkuat diri dengan mendatangkan sejumlah pemain baru, terutama di lini depan. Striker Michael Baird juga sudah pulih dari cedera.

“Mereka menambah beberapa pemain baru. Kemampuan mereka pasti lebih baik dari pertemuan pertama kemarin. Saya sudah tekankan kepada para pemain, butuh konsentrasi penuh untuk pertandingan lawan PSM,” ungkap RD, sapaan Rahmad.

Jelang laga ini, RD sempat dibingungkan persiapan tim asuhannya. Sebab, ia baru bisa benar-benar melakukan persiapan matang timnya hanya sehari jelang pertandingan.

“Kalau dikatakan persiapan matang, hari ini [Senin] kami baru lakukan secara full. Sebab, sebelumnya ada pemain yang sakit dan cedera,” kata RD.

Ricardo Salampessy dan Manahati Letusen kemungkinan besar bakal absen saat menghadapi PSM. Ricardo sedang terserang flu berat, sedang Manahati mengalami cedera ketika membela tim nasional Indonesia.

Meski demikian, RD optimistis dengan kekuatan skuat arahannya. RD mengaku tidak ada masalah secara teknis dengan pemain pengganti Ricardo dan Manahati. Sementara Alfin Tuasalamony dan Greg Nwokolo yang awalnya diragukan, siap ditampilkan dalam laga nanti.

“Cedera Greg itu kambuhan. Sempat sembuh, lalu kemarin kambuh lagi. Tapi sekarang, kondisinya sudah enakan. Sementara Alfin, kondisinya sudah pulih hampir 100 persen,” terangnya.

Di lain pihak, kubu PSM tak ingin kembali kalah dari Persebaya. Saat melakoni putaran pertama di tempat yang sama, Juku Eja harus mengakui keunggulan Bajul Ijo dua gol tanpa balas melalui Fandi Eko Utomo dan Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne.

“Pada pertemuan pertama lalu, permainan sangat dikuasai Persebaya. Pada laga kedua, jangan sampai terulang lagi. Kami tidak ingin main seperti pertemuan pertama. Persiapan kami juga sudah cukup maksimal,” harap pelatih PSM Rudy Keltjes.

Sebagai pengganti Costas dan Pugliara, Rudy memilih memaksimalkan para penggawa lokal. Sebab, dari pandangannya, para pemain lokal PSM dirasa sudah cukup mumpuni untuk membela panji Juku Eja musim ini.

“Saya lebih pilih orbitkan pemain lokal. Saya cari pemain yang mau bekerja keras. Saya punya Rasyid Bakrie. Tidak akan ada perubahan permainan, meski tanpa dua pilar itu. Anak-anak harus mengikuti style yang saya intruksikan, bukan gaya kedua pemain itu,” pungkasnya. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.